Puluhan Pegiat LSM Demo Kantor Walikota Probolinggo
Momen Hari Sumpah Pemuda dimanfaatkan puluhan massa dari sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk menggelar demonstrasi di depan Kantor Walikota Probolinggo, Selasa, 28 Oktober 2025. Mereka menuntut Pemkot Probolinggo tidak asal menebang ratusan pohon saat melaksanakan proyek fisik di Kota Probolinggo.
Sejak pukul 09.00 WIB, mereka datang ke kantor walikota di Jalan Panglima Sudirman. Mereka kemudian berorasi di badan jalan sambil menenteng sejumlah pamflet dan banner.
Selain memprotes penebangan ratusan pohon di proyek revitalisasi alun-alun dan preservasi jalan, mereka menyampaikan sejumlah tuntutan. Mulai persoalan relokasi pedagang kaki lima di kawasan alun-alun hingga masalah sektor pendidikan.
Menjelang tengah hari, suasana demo semakin memanas. Sebagian pendemo berteriak-teriak mendesak walikota keluar untuk menemui mereka. Walikota Probolinggo, dr. Aminuddin akhirnya menemui pengunjuk rasa di badan jalan.
βKami berdemonstrasi ke kantor walikota untuk mengevaluasi kinerja walikota dari berbagai sektor selama satu tahun terakhir. Hampir seluruh sektor kami soroti,β ujar Ketua DPW LSM Harimau, M. Arif Billah.
Arif menilai, sektor kesehatan masih kurang optimal dalam memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat, serta perlunya perluasan layanan kesehatan gratis. Di bidang pendidikan, pengunjuk rasa menyoroti pentingnya memperkuat program beasiswa, rehabilitasi sarana sekolah, pemerataan tenaga pendidik, serta peningkatan kualitas pendidikan yang merata.
Walikota kemudian mengajak perwakilan pengunjuk rasa berdiskusi di pemkot. Usai berunding, pengunjuk rasa membubarkan diri.
βAlhamdulillah, tuntutan kami sudah diterima Walikota Probolinggo. Secara normatif kami bisa menerima penjelasan beliau, namun jika ditemukan adanya pelanggaran, kami akan terus mengawal,β kata Arif.
Sementara itu, Walikota Probolinggo, dr. Aminuddin mengatakan, seluruh masukan dari LSM telah diterima dan akan dijadikan bahan evaluasi.
"Masukan pengunjuk rasa kami terima. Patokan kami adalah Detail Engineering Design (DED), apakah pelaksanaan di lapangan sudah sesuai atau belum," ujar walikota.
Terkait penebangan ratusan pohon, kata walikota, pemenang proyek wajib mengganti pohon yang baru.
Advertisement