Presiden Prabowo: Energi Surya Kunci Swasembada Energi Nasional, Termasuk di Daerah Terpencil
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi nasional berbasis sumber daya alam yang bersih, efisien, dan ramah lingkungan. Salah satu fokus utama adalah pemanfaatan energi surya sebagai kunci untuk mewujudkan kemandirian energi, bahkan di wilayah-wilayah terpencil di seluruh Indonesia.
“Dengan tenaga surya, setiap desa bisa swasembada energi. Setiap kecamatan bisa swasembada energi. Setiap kabupaten bisa swasembada energi. Pulau-pulau terpencil akan punya energi swasembada. Desa-desa di pegunungan juga bisa punya akses terhadap listrik,” ujar Presiden Prabowo saat peresmian sejumlah proyek strategis sektor energi, Sabtu, 28 Juni 2025, dikutip dari BPMI Setpres.
Proyek Energi Terbarukan Diresmikan di 15 Provinsi
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo secara hybrid meresmikan pembangunan dan pengoperasian proyek energi terbarukan di 15 provinsi. Selain itu, pemerintah meningkatkan produksi minyak sebesar 30 ribu barel per hari di Blok Cepu serta memulai pembangunan lima Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di berbagai wilayah.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk mempercepat transisi energi, meningkatkan ketahanan energi nasional, serta mengurangi ketergantungan impor.
Transisi Energi untuk Efisiensi dan Pemerataan Akses Listrik
Presiden Prabowo menekankan bahwa transisi energi tidak hanya sekadar mengejar ketahanan energi, tetapi juga efisiensi biaya, keberlanjutan lingkungan, dan pemerataan kesejahteraan. Energi surya dan energi terbarukan dinilai sebagai solusi ideal untuk menyediakan listrik murah, bersih, dan merata, terutama di daerah-daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
“Yang lebih penting adalah kita bisa menghasilkan energi dengan efisien, tidak terlalu mahal, sekaligus memotong jalur logistik yang mahal. Inilah dampak positif dari program besar kita,” jelas Presiden.
Ajak Seluruh Pihak Wujudkan Target Nol Emisi Karbon
Presiden Prabowo juga mengajak seluruh pihak, baik pemerintah pusat, daerah, BUMN, maupun swasta, untuk bersama-sama menyukseskan target net zero emission atau nol emisi karbon tepat waktu. Menurutnya, sinergi antar lembaga sangat dibutuhkan untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat di sektor energi.
“Saya merasakan Indonesia sekarang berada dalam momentum kebangkitan, momentum optimisme, dan momentum kerja keras. Karena itu, saya ingatkan seluruh pejabat dan pegawai BUMN untuk terus meningkatkan efisiensi, tata kelola yang baik, dan pelayanan yang transparan,” tegas Prabowo.
Presiden Tekankan Tata Kelola Bersih dan Perang Melawan Korupsi
Selain mendorong efisiensi energi, Presiden Prabowo kembali mengingatkan pentingnya memberantas korupsi, kebocoran anggaran, dan pemborosan di seluruh sektor. Reformasi tata kelola menjadi pondasi penting dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara maju dan sejahtera.
“Kita akan menjadi negara yang kita cita-citakan: negara modern, maju, dan sejahtera, di mana seluruh rakyat menikmati hasil pembangunan. Hari ini adalah tonggak besar menuju kemakmuran dan keadilan,” tandas Presiden Prabowo.