Presiden Prabowo Apresiasi Dukungan Peru Terhadap Kemerdekaan Palestina
Gelombang pengakuan terhadap negara Palestina dari negara-negara Eropa terus bertambah.Langkah ini menandai pergeseran sikap politik signifikan di tengah meningkatnya kekerasan militer Israel di Gaza yang telah menewaskan puluhan ribu warga Palestina. Salah satunya dari Pemerintah Peru.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Peru atas dukungannya terhadap kemerdekaan Palestina. Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan pers bersama Presiden Republik Peru, Dina Ercilia Boluarte Zegarra, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 11 Agustus 2025.
Presiden Prabowo menegaskan, Indonesia dan Peru akan terus bekerja sama untuk mendorong terwujudnya perdamaian yang adil untuk Palestina.
βTentang masalah global, kami sangat menghargai sikap Peru yang mendukung kemerdekaan Palestina,β ujar Presiden Prabowo.
Kepala Negara secara konsisten mengangkat isu Palestina dan solusi dua negara dalam setiap kesempatan pertemuan dengan pemimpin negara sahabat yang berkunjung ke Tanah Air. Hal ini merupakan wujud komitmen Indonesia terhadap prinsip kemerdekaan dan keadilan bagi semua bangsa.
βKami akan kerja sama untuk bersama-sama mewujudkan tercapainya solusi dua negara,β imbuh Kepala Negara dalam kesempatan yang sama.
Pertemuan di Istana Merdeka ini menjadi momentum untuk memperkokoh persahabatan antara Indonesia dan Peru yang telah terjalin selama lima dekade. Kedua pemimpin sepakat untuk terus mengedepankan dialog, kerja sama, dan saling dukung di forum internasional guna memperjuangkan perdamaian, kemerdekaan, dan kesejahteraan global.
Tolak Rencana Israel Kuasai Total Wilayah Jalur Gaza
Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha Nasir (Tata) buka suara soal rencana Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menguasai total wilayah Jalur Gaza.
Tata mengatakan rencana Israel memperburuk kondisi di Gaza dan mempersulit tercapainya solusi dua negara.
"Terkait rencana Israel untuk menguasai Gaza, Indonesia menolak keras rencana tersebut," kata Tata
"Langkah ini akan semakin memperburuk situasi kemanusiaan di Gaza dan tidak sejalan dengan semangat komunitas internasional untuk menyelesaikan perang Gaza dan memulai kembali upaya penyelesaian konflik Palestina dan Israel melalui solusi dua negara,β ujarnya.
Advertisement