Petisi Terbuka Alumni Menolak Kerjasama ITB dengan PIK 2
Para Alumni ITB (Institut Teknologi Bandung) mengedarkan petisi terbuka yang ditujukan kepada rektor ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T. dan segenap Pimpinan ITB, yang isinya menolak kerjasama ITB dengan PT Kukuh Mandiri Lestari pengelola PIK 2 (Pantai Indah Kapuk 2).
Para alumni ITB dari berbagai angkatan dan latar belakang profesi, menyampaikan keprihatinan dan penolakan atas penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara ITB dan PT Kukuh Mandiri Lestari (PIK 2) pada tanggal 23 Juni 2025.
Menururt para alumni, kerja sama ini kami nilai bertentangan dengan semangat dan nilai-nilai yang selama ini menjadi fondasi ITB sebagai institusi pendidikan tinggi yang menjunjung tinggi integritas, keberlanjutan, dan keberpihakan terhadap kepentingan publik dan lingkungan hidup.
Alasan penolakan para alumni:
1. Proyek PIK 2 merupakan proyek kontroversial dan banyak dikritik karena berdampak negatif terhadap lingkungan pesisir, ekosistem laut, serta kehidupan sosial masyarakat sekitar, khususnya komunitas nelayan dan warga yang terdampak reklamasi.
2. Kerja sama tersebut berpotensi melemahkan posisi independen dan moral akademik ITB, yang selama ini dikenal sebagai pelopor pemikiran kritis dan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk kemaslahatan bangsa.
3. Keputusan untuk menjalin kerja sama ini dilakukan tanpa proses konsultatif dan partisipatif yang melibatkan sivitas akademika dan komunitas alumni secara luas, sehingga menimbulkan kekecewaan dan pertanyaan atas prinsip tata kelola institusi.
Melalui petisi ini, para alumni menyatakan sikap:
1. Menolak kerja sama ITB dengan PIK 2 dalam bentuk apa pun, baik yang sedang berlangsung maupun yang sudah direncanakan.
2. Mendesak pimpinan ITB menghentikan seluruh proses kerja sama tersebut dan mengevaluasi kebijakan kemitraan dengan pihak eksternal berdasarkan prinsip transparansi, keberlanjutan, dan keberpihakan terhadap masyarakat dan lingkungan.
3. Meminta Rektor ITB untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada sivitas akademika dan para alumni, atas keputusan kerja sama yang telah menimbulkan polemik dan keresahan publik.
4. Menuntut Rektor ITB dan jajaran pimpinan untuk bertanggung jawab penuh atas konsekuensi moral, sosial, dan reputasional dari kerja sama ini, serta membuka ruang evaluasi yang melibatkan unsur civitas secara terbuka dan akuntabel.
5. Mengajak seluruh alumni, mahasiswa, dosen, dan pemangku kepentingan ITB bersama-sama menjaga integritas, kemandirian, dan arah perjuangan almamater demi kepentingan bangsa dan generasi mendatang.
Mereka menandatangani petisi ini dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab moral sebagai bagian dari keluarga besar ITB yang mencintai dan ingin menjaga kehormatan almamater.
Β
Advertisement