Peta Kekuatan AFC U17 2026 Berubah, Jepang hingga Vietnam Lolos Perempat Final
Piala Asia AFC U17 2026 di Arab Saudi mulai memperlihatkan perubahan peta kekuatan sepak bola muda Asia. Delapan negara resmi memastikan tiket ke babak perempat final setelah fase grup berlangsung panas dan penuh kejutan.
Negara-negara yang lolos adalah tuan rumah Arab Saudi, Jepang, Vietnam, Uzbekistan, Tajikistan, China, Korea Selatan, dan Australia.
Absennya sejumlah kekuatan tradisional Asia di fase gugur menjadi perhatian tersendiri. Sebaliknya, munculnya Vietnam dan Tajikistan menunjukkan pembinaan sepak bola usia muda di Asia mulai lebih merata.
Jepang tetap tampil sebagai salah satu favorit juara. Tim muda Samurai Biru menunjukkan permainan disiplin dengan organisasi tim rapi dan transisi cepat khas sepak bola Jepang.
Uzbekistan juga kembali memperlihatkan konsistensinya sebagai kekuatan baru sepak bola Asia. Dalam beberapa tahun terakhir, Uzbekistan memang dikenal serius membangun akademi dan kompetisi usia muda.
Vietnam menjadi salah satu kejutan terbesar turnamen. Mereka tampil agresif dan berani melawan tim-tim besar Asia. Keberhasilan Vietnam lolos perempat final mempertegas perkembangan pesat sepak bola negeri tersebut dalam satu dekade terakhir.
China juga mulai menunjukkan kebangkitan di level usia muda. Meski belum sepenuhnya stabil, lolosnya China ke delapan besar menjadi sinyal bahwa investasi besar mereka di sepak bola mulai memperlihatkan hasil.
Sementara itu, Korea Selatan dan Australia tetap hadir sebagai tim dengan tradisi kuat di kelompok usia muda. Kedua negara dikenal memiliki sistem pembinaan modern dengan dukungan sport science yang matang.
Persaingan Makin Ketat
Turnamen AFC U17 tahun ini dinilai lebih kompetitif dibanding edisi-edisi sebelumnya. Selisih kualitas antarnegara mulai menipis. Tim-tim muda Asia kini bermain lebih cepat, lebih taktis, dan berani menekan sejak menit awal.
Atmosfer kompetisi juga makin menarik karena ajang ini bukan sekadar perebutan gelar juara Asia. Banyak pemain muda yang tampil diprediksi akan menjadi tulang punggung tim nasional senior di masa depan.
Pengamat sepak bola Asia menyebut perkembangan ini dipengaruhi semakin seriusnya negara-negara Asia membangun ekosistem pembinaan usia dini, mulai akademi modern, kompetisi berjenjang, hingga pemanfaatan teknologi analisis pertandingan.
“Sekarang sepak bola usia muda Asia sudah berubah. Dulu hanya didominasi Jepang dan Korea Selatan. Sekarang negara-negara lain mulai mengejar,” ujar seorang analis sepak bola Asia.
Arab Saudi Ingin Manfaatkan Status Tuan Rumah
Sebagai tuan rumah, Arab Saudi juga tampil ambisius. Dukungan publik dan investasi besar-besaran pada sepak bola membuat mereka ingin menjadikan AFC U17 sebagai panggung lahirnya generasi baru sepak bola Saudi.
Turnamen ini sekaligus menjadi bagian dari proyek besar transformasi olahraga Arab Saudi yang beberapa tahun terakhir agresif membangun citra sebagai pusat olahraga dunia.
Dengan komposisi delapan besar yang penuh warna, babak perempat final diprediksi berlangsung ketat. Aroma kejutan masih sangat mungkin terjadi sebelum akhirnya empat tim terbaik melangkah ke semifinal AFC U17 2026.
Nah, dari delapan negara yang tersisa ini, siapa menurut Anda paling layak menjadi juara? Apakah Jepang dengan tradisi kuatnya, Uzbekistan yang konsisten membangun sepak bola muda, Korea Selatan yang selalu disiplin, atau justru Vietnam dan Tajikistan yang siap membuat kejutan besar? Menarik ditunggu siapa yang akhirnya menjadi raja baru sepak bola muda Asia.
Advertisement