Perjaka Tua ODGJ di Lamongan Mengamuk, Satu Keluarga Ditikam Pisau
Satu keluarga, Isa, 69 tahun, beserta anak dan menantu yang tinggal di Desa Jubel Kidul, Kecamatan Sugio, Lamongan terpaksa harus dilarikan ke RS Muhammadiyah Lamongan, Kamis 21 Agustus 2025, malam.
Jika tidak secepatnya, nyawa ketiganya terancam. Karena, luka pada leher ketiga korban akibat tikaman senjata tajam oleh seorang pria, tetangga sendiri, membutuhkan penanganan serius.
Keterangan Kapolsek Sugio, AKP Jinanto, Isa beserta Erna Retno Ningtyas, 41 tahun, (anak) dan Edi Siswanto, 45 tahun, (menantu) tinggal dalam satu rumah.
Sekitar pukul 19.30 WIB, Isa melihat Ahmad Syarifuddin, 36 tahun, tetangga yang rumahnya berhadapan, sedang mengambil buah pepaya miliknya. Lantas isa menegurnya.
"Bengi-bengi kok ambil kates, mbok yo sesuk ae (Malam-malam kok memetik pepaya, apa todak besok saja), "katanya.
Rupanya, teguran Isa diterima lain oleh Ahmad Syarifuddin, yang masih perjaka itu. Tanpa menjawab sepatah kata pun, ia langsung pulang. Ternyata setelah masuk rumah langsung keluar lagi sengan membawa sebilah pisau, sembari ngomel-ngomel.
Ia pun mencari Isa, dan tanpa babibu ia langsung mengayunkan pisau yang di genggaman tangannya ke arah leher Isa. Kontan saja Isa berteriak kesakitan akibat aksi brutal tersebut.
Teriakan ini didengar Erna Retno, putrinya, yang spontan hendak menolong. Tetapi nahas, sebelum mendekat lebih dulu disambut sabetan pisau oleh pelaku. Retno pun berteriak meminta tolong.
"Demikian juga suaminya (Edi Siswanto), ketika hendak menolong juga langsung disabet pisau oleh pelaku, "kata AKP Jinanto, sesuai keterangan korban dan saksi.
Lebih jauh, AKP Jinanto menjelaskan, saat ia dan anggotanya memeriksa di tempat kejadian perkara (TKP) melihat darah berceceran di lantai dalam rumah.
Ini menunjukkan, bahwa setelah kejadian di pekarangan sisi barat rumah, korban Isa sempat mengamankan diri masuk rumah.
Kejadian malam itu sempat mengegerkan dan mengundang warga ke lokasi kejadian. Termasuk beberapa anggota polsek yang sedang piket pengamanan acara salawatan tidak jauh dari TKP.
"Saat itu juga korban dilarikan ke puskesmas. Selanjutnya dirujuk ke rumah sakit, "terangnya.
Sementara pelaku yang usai beraksi langsung pulang ke rumah, segera dicari dan ditangkap tanpa perlawanan. Saat itu juga pelaku diseret ke Mapolsek Sugio untuk diamankan.
AKP Jinanto mengatakan, pelaku diduga orang dalam gangguan jiwa (ODGJ). Bahkan, informasi yang didapat pelaku pernah dirawat di Rumah Sakit Cara Karangkembang, Babat. selama kurang lebih tujuh bulan.
Rumah Sakit Karangkembang, Babat diketahui rumah sakit pelayanan umum, tetapi juga tempat rujukan perawatan pasien ODGJ.
"Adapun kondisi korban. alhamdulillah, sudah sadar dan bisa diajak berkomunikasi. Saat ini ketiganya sudah menjalani operasi, "pungkasnya.