Peringatan BMKG: Gelombang Tinggi 1,25–4 Meter Berpotensi Terjadi 11–14 Januari 2026
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang diperkirakan terjadi pada 11–14 Januari 2026 di sejumlah wilayah perairan Indonesia.
Tinggi gelombang diprediksi berkisar 1,25 meter hingga mencapai 4,0 meter, sehingga masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas kelautan diminta meningkatkan kewaspadaan.
BMKG menyebutkan, pada periode tersebut gelombang sedang setinggi 1,25–2,5 meter berpeluang terjadi di 29 wilayah perairan Indonesia. Sementara itu, gelombang tinggi 2,5–4,0 meter berpotensi terjadi di beberapa perairan strategis.
Daftar Perairan Berpotensi Gelombang Tinggi (2,5–4,0 Meter)
BMKG mencatat gelombang tinggi berpotensi terjadi di wilayah perairan berikut:
Laut Natuna Utara
Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT)
Laut Banda
Laut Arafuru bagian barat
Laut Arafuru bagian tengah
Laut Arafuru bagian timur
Kondisi gelombang tinggi ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran, khususnya bagi kapal nelayan, kapal tongkang, dan kapal penumpang berukuran kecil hingga menengah.
Gelombang Sedang Berpeluang Terjadi di 29 Perairan
Selain gelombang tinggi, BMKG juga memprakirakan gelombang sedang setinggi 1,25–2,5 meter berpeluang terjadi di 29 perairan Indonesia selama periode 11–14 Januari 2026. Kondisi ini tetap perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi aktivitas nelayan tradisional dan transportasi laut.
Imbauan BMKG
BMKG mengimbau masyarakat, terutama nelayan, operator kapal, dan wisata bahari, agar:
Selalu memantau informasi cuaca maritim terbaru dari BMKG
Menunda aktivitas melaut jika kondisi tidak memungkinkan
Memastikan kelengkapan alat keselamatan pelayaran
Menghindari area perairan dengan potensi gelombang tinggi
Kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi kunci utama untuk menghindari risiko kecelakaan laut di tengah kondisi cuaca yang dinamis pada awal Januari 2026.