Perempuan Dayak, Pria Madura dan Jawa Lari Bareng di Urban Traditional 5K Run
Minggu pagi, 28 September, Surabaya sangat meriah. Banyak sekali even run di segala penjuru kota Pahlawan ini. Di pusat kota terhitung ada empat acara.
Dan semuanya mengambil rute melewati pusat kota Surabaya. Salah satunya adalah Urban Tradition 5K Run yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni St. Louis Surabaya (IKA Sinlui Surabaya).
Memang, setiap tahun, IKA Sinlui Surabaya mengadakan even sebagai ajang silahturahmi antar alumni sekaligus promosi.
“Dua tahun lalu kita mengadakan fun run and bike,” buka Henry James Nelwan, ketua IKA Sinlui Surabaya sekaligus ketua panitia acara Urban Traditional 5K Run ini.
Kali ini, acara dikemas lebih meriah dan lebih besar. “Tahun ini peminat acara lebih banyak sehingga perlu tempat yang lebih besar. Kita pilih di pusat kota Surabaya yakni di parkir timur Plaza Surabaya,” bilang Henry.
“Antusiasme pendaftarnya membludak. Tercatat ada 1200 peserta yang mengikuti acara run ini. Kami sebagai panitia surprise juga,” bilangnya lantas tertawa.
Memang, meskipun di hari itu banyak even run lainnya, tetapi jersey dari Urban Traditional 5K Run ini sangat istimewa dan menarik perhatian.
“Saya sudah malas ikut even-even lari. Tetapi begitu ada info even ini dan saya lihat jerseynya berdesain menarik langsung saya daftar dengan anak dan istri saya,” tutur Roy Lukito.
Yang menarik, jersey berbahan sublim printing itu berdesain seperti baju adat suku di Indonesia. “Jersey bikinan Montee ini ada motif pria Madura, pria Jawa, pria Jawa lurik, perempuan Bali, perempuan Jawa, dan perempuan Dayak. Jadi ini menggambarkan persatuan dari berbagai suku di Indonesia. Cocok dengan slogan Bhineka Tunggal Ika,” jelas Henry.
Bahkan tidak hanya jersey, Henry juga membagikan penutup kepala yang sesuai dengan tema jersey. Ada blangkon untuk jersey pria Jawa, ada odheng untuk jersey pria Madura. Bahkan ada juga Sangkong untuk penutup kepala perempuan Dayak.
Tidak sedikit runner yang memodifikasi jerseynya agar lebih bagus. “Kebaya Bali itu harus pas di badan. Jadi saya kecilkan sedikit jersey ini agar lebih pas. Lalu saya tambahi bros di gambar sabuk. Tatanan rambut saya juga saya buat seperti perempuan Bali lengkap dengan bunga kambojanya,” tutur Melia, runner dari komunitas GSC Surabaya.
Alhasil, hari Minggu jam 6 pagi itu di sepanjang rute sejauh 5 km dari parkir timur Plaza Surabaya di jalan Pemuda hingga SMAK St. Louis jalan Polisi Istimewa sebagai water station dan kembali ke Parkir Timur itu sangat meriah.
“Di St. Louis sebagai water station, peserta disambut oleh band dari pelajar. Dan ada dua titik booth foto yang lucu bergambar rumah joglo dan gebyok ruang tamu. Cocok dengan desain jersey yang bernuansa so Indonesia,” bilang Henry.
Banyak pengendara mobil dan motor yang menoleh melihat aneka jersey 1200 peserta Urban Traditional 5K Run yang tumpah ruah ke jalanan Surabaya.
Acara yang digarap secara total oleh Ilusindo ini sontak membuat para alumni St.Louis gembira. Mereka bisa bertemu teman lama sekaligus olahraga.
Saat finis sekitar jam 7 pagi, setelah pembagian medali impor yang elegan dan mewah itu, seluruh peserta tidak langsung pulang.
Mereka antusias berada di parkir timur Plaza Surabaya. Mendatangi booth para sponsor. Ada MuatMuat, Agrodana Futures, PSI coffee dan spiku, CLIFT, Ando, kopi SInga, Cleo, BCA,Lemonia, mobil listrik VinFast, mobil GWM Haval, Viva Cosmetic, Mandiri, Oxycan, OCBC, Mixagrip, Prambanan, Permata Bank, dan Waron Hospital.
“Ada macam-macam games dan ada Zumba juga. Banyak hadiah doorprizenya. Salah satunya adalah sepeda lipat. Dan ada juga lomba pakaian terbaik,” bilang Henry.
Melihat antusiasme para alumnus SMAK St. Louis ini, tentu seluruh panitia dari IKA St. Louis bertekad akan membuat acara lagi di tahun depan yang lebih meriah.