Penceramah Muda Gus Elham Akui Salah dan Minta Maaf Terkait Video Ceramahnya Lepas Kendali
Penceramah muda Muhammad Ilham Yahya atau yang dikenal sebagai Gus Elham akhirnya minta maaf setelah dikecam berbagai pihak terkait sejumlah video viral yang memperlihatkan dirinya kerap mencium bocah perempuan saat mengisi pengajian.
Dalam pernyataannya, ia mengakui bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk kekhilafan dan tak patut dilakukan.
“Dengan penuh kerendahan hati, saya Muhammad Ilham Yahya al Maliki, secara pribadi memohon maaf yang sebesar-besarnya, kepada seluruh masyarakat atas beredarnya video yang menimbulkan kegaduhan. Saya mengakui bahwa hal tersebut merupakan kekhilafan dan kesalahan saya pribadi,” ujar Elham dalam sebuah video yang diunggah di media sosial X, dikutip Kamis 13 November 2025.
Ia menegaskan, peristiwa tersebut menjadi pelajaran berharga dalam perjalanan dakwahnya. Gus Elham juga berjanji akan memperbaiki cara berdakwah agar lebih sesuai dengan norma agama dan budaya bangsa.
“Saya berkomitmen untuk memperbaiki dan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga agar tidak mengulangi hal serupa di masa mendatang. Dan saya juga bertekad untuk menyampaikan dakwah dengan cara yang lebih bijak, sesuai dengan norma agama, etika, dan budaya bangsa serta menjunjung tinggi akhlak karimah,” tuturnya.
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Alissa Wahid menyesalkan tindakan dan perilaku pendakwah Elham Yahya Luqman, yang tidak mencerminkan akhlakul karimah serta bertentangan dengan ajaran Islam.
Perilaku yang bersifat merendahkan martabat manusia, terlebih terhadap anak-anak, merupakan pelanggaran serius terhadap nilai kemanusiaan dan prinsip dakwah bil hikmah yang menjadi ciri dakwah Islam rahmatan lil ‘alamin. "Itu menodai nilai-nilai dakwah sendiri yang seharusnya memberikan teladan melalui sikap dan lakunya kepada umat," kata Ketua PBNU Alissa Wahid di Jakarta Rabu 12 November 2025.
PBNU menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama mewarisi amanah besar untuk membangun kemaslahatan umat dengan berpegang pada prinsip Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyyah.
Oleh Karena itu, NU menolak keras segala praktik yang mencederai Maqashid Syariah (tujuan penerapan syariat), terutama perlindungan terhadap kehormatan manusia (_hifdz al-‘irdh_), tanpa memandang usia, status, maupun kedudukan sosial. "Prinsip maqashid syariah inilah yang harus dipegang dan menjadi pertimbangan utama para pendakwah," ujarnya.
Penyesalan terhadap cara Gus Elham berdakwah juga disampaikan oleh Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).