Pemprov Jatim Apresiasi Program Lamongan Penurunan Angka Stunting 1-10-100
Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengapresiasi Pemkab Lamongan terkait inovasi program 1-10-100. Yakni, program paket bantuan senilai Rp 5 juta dari 1 orang tua asuh berupa makanan bergizi untuk 10 balita selama 100 hari.
Merupakan program pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Selama pelaksanaan, perkembangan sasaran program yang dimotori Penggerak PKK Pemkab Lamongan ini selalu dalam pantauan.
Menurut Tim Penilaian Kinerja Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Jawa Timur dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur tidak sekedar mengapresiasi keberhasilan penurunan stunting di Lamongan dengan melaksanakan inovasi program tersebut.
Diakui, juga tertarik untuk mendalami program 1-10-100 ini. Termasuk peserta lain yang digelar dalam zoom meeting itu, di antaranya panelis dari DP3A Jawa Timur, Universitas Airlangga, Ormas Muhammadiyah, TP PKK Jawa Timur dan lainnya.
“Kami sangat tertarik dengan program 1-10-100, sehingga kami ingin mendalami. Sebelumnya, kami juga berterima kasih atas sumbangsih Lamongan dalam menurunkan stunting lewat program 1-10-100 ini, "ungkap panelis dari Dimas Kesehatan Jawa Timur, Rabu 11 Juni 2025.
Sebelumnya, Wakil Bupati Lamongan,Dirham Akbar Aksara memaparkan, pelaksanaan program 1-10-100 di tahun 2024 mendapat anggaran dari dana CSR perusahan, organisasi atau komunitas serta perorangan hingga mencapai 71 orang tua asuh. Dana yang terhimpun Rp 870 juta lebihDari dana bantuan tersebut, mampu memenuhi 2.640 balita stunting dan beresiko stunting. Capaiannya, mampu mengkover 96,58 persen atau 2.450 dari total keseluruhan balita stunting dan beresiko stunting 2.557 balita.
"Dengan capaian itu, Pemkab Lamongan mampu membawa keberhasilan pada angka prevalensi stunting. Dan, Alhamdulillah program ini juga sudah diadopsi di pemerintah pusat yang dinamai Genting. Yaitu, gerakan orang tua asuh menurunkan stunting,” tuturnya.
Karena, selama proses pemberian makan bergizi untuk balita Pemkab Lamongan yang juga menggandeng akademisi Universitas Lamongan (Unisla) sebagai pendamping program, masing-masing anak asuh selalu dipantau dan setiap dua minggu sekali dilaporkan kepada orang tua asuh.
Disebutkan pula oleh Mas Wabup Dirham, sapaan akrabnya. hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) dan Survey Kesehatan Indonesia (SKI), di tahun 2022 angka stunting Kabupaten Lamongan yang sebelumnya mencapai 27,50 persen, turun drastis menjadi 9,40 persen di tahun 2023.
'Berlanjut menjadi 6,9 persen di tahun 2024, "tandasnya.
Untuk mencapai hasil itu, lanjut Mas Wabup Dirham, selama proses pemberian makan bergizi untuk balita, Pemkab Lamongan menggandeng akademisi Universitas Lamongan (Unisla), selaku pendamping program.
"Mereka bekerja bersama-sama memantau selama pelaksanaan program. Hasilnya, dari masing-masing anak asuh setiap dua minggu sekali akan dilaporkan ke orang tua asuh, "pungkasnya.