Pemkab Sidoarjo Tak Kunjung Perbaiki Jembatan Gisik, Aktivitas Warga Terhambat
Jembatan utama penghubung kawasan tambak di Dusun Gisik, Desa Cemandi, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, sudah dua bulan ambruk. Namun hingga kini belum juga diperbaiki. Kondisi ini membuat warga mulai geram karena aktivitas harian mereka semakin terhambat.
Pantauan di lapangan menunjukkan, bagian tengah jembatan runtuh total memutus akses utama menuju area tambak dan permukiman. Warga terpaksa menempuh jalur memutar cukup jauh melalui jembatan besar di Kalanganyar sebelum kembali mengarah ke jembatan kayu yang kondisinya juga tak kalah memprihatinkan.
Selamet, 51 tahun, warga yang tinggal persis di sisi jembatan, mengaku perjalanan warga kini jauh lebih melelahkan.
“Kalau mau lewat harus putar dulu lewat jembatan besar Kalanganyar, baru bisa turun ke jembatan kayu. Padahal sebelumnya tinggal menyeberang saja,” ujarnya, Selasa, 2 Desember 2025.
Ia menegaskan, jembatan tersebut merupakan jembatan tertua di kawasan tambak Cemandi, dengan usia mencapai 35 tahun. Menurutnya, usia konstruksi yang sudah renta seharusnya menjadi perhatian pemerintah untuk melakukan peremajaan sejak lama.
“Jembatan ini memang sudah tua. Usia 35 tahun. Mestinya sudah diperbarui sebelum ambruk,” tambahnya.
Yang membuat warga semakin bingung adalah fakta bahwa Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, bersama dinas terkait sebenarnya sudah meninjau lokasi ini beberapa waktu lalu. Namun, sampai sekarang belum ada tanda-tanda dimulainya pembangunan atau perbaikan.
“Sudah ambruk sejak 7 Oktober, tapi belum ada proses apa pun. Kita kalau mau lewat ya tetap harus memutar jauh,” keluh Selamet.
Masalah lain yang tak kalah mendesak adalah banjir yang kerap merendam kawasan tambak tersebut. Air sering naik hingga masuk rumah warga. Selamet bahkan berencana meninggikan teras rumahnya sambil menunggu realisasi peninggian jalan yang sebelumnya dijanjikan.
“Kalau banjir, air masuk rumah. Saya mau tinggikan teras, sambil menunggu katanya jalan mau dinaikkan,” tuturnya.
Warga berharap perbaikan jembatan tidak sebatas wacana, karena akses satu-satunya bagi nelayan, petambak, dan wisatawan kini benar-benar lumpuh.