Bupati Jember Muhammad Fawait Mulai Perbaiki Jalan Rusak, Anggaran Rp14,6 Miliar Disiapkan
Bupati Jember Muhammad Fawait memastikan pelaksanaan perbaikan jalan rusak di Jember mulai dilakukan pada pekan ini. Untuk mendukung program ini, Gus Fawait—sapaan akrabnya—mengajak masyarakat aktif melaporkan keberadaan jalan berlubang dan rusak parah di wilayah masing-masing.
Menurut Bupati Fawait, Pemerintah Kabupaten Jember telah mengalokasikan anggaran infrastruktur jalan dalam APBD 2025 sebesar Rp14,6 miliar. Namun, dana tersebut sempat tertunda pencairannya karena proses administrasi yang harus dipenuhi terlebih dahulu.
"Setelah semua persyaratan terpenuhi, anggaran sudah bisa dieksekusi. Tapi saya tegaskan, anggaran Rp14,6 miliar itu belum sepenuhnya cukup untuk menangani seluruh kerusakan jalan di Kabupaten Jember," kata Gus Fawait dalam konferensi pers di Kantor DPU Bina Marga dan SDA Jember, Senin malam 14 April 2025.
Gus Fawait Alihkan Anggaran Mobil Dinas untuk Perbaikan Jalan
Sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan infrastruktur, Gus Fawait melakukan kebijakan efisiensi anggaran. Ia memutuskan menggeser anggaran pengadaan mobil dinas di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mendukung percepatan perbaikan jalan rusak di Jember.
"Sejak awal saya tidak pernah mengatakan anggarannya tidak ada. Yang benar, anggaran memang ada, tapi tidak utuh. Oleh karena itu, kami lakukan efisiensi dan pengalihan anggaran dari pengadaan mobil dinas ke program perbaikan jalan," tegasnya.
Masyarakat Diminta Aktif Melaporkan Jalan Rusak
Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah membutuhkan partisipasi masyarakat. Gus Fawait mendorong warga Jember untuk memanfaatkan kanal pengaduan Wadul Gus’e sebagai sarana pelaporan kondisi jalan yang rusak.
"Bukan hanya laporan tertulis atau lisan, masyarakat diharapkan menyertakan foto atau video, serta lokasi titik kerusakan menggunakan share lock. Ini akan sangat membantu tim reaksi cepat kami di lapangan," jelasnya.
Jalan Rusak Tersebar di Seluruh Kecamatan
Hingga saat ini, kerusakan jalan di Kabupaten Jember tercatat terjadi di hampir seluruh kecamatan. Bahkan di kawasan kota seperti Jalan Riau, banyak ditemukan lubang besar yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
Di wilayah pedesaan, kondisinya tak kalah memprihatinkan. Salah satu contoh terdapat di Dusun Gumuksuda, Desa Mayang, Kecamatan Mayang. Kepala Desa Mayang, Eli Febriyanto, mengungkapkan bahwa jalan desa tersebut sudah lebih dari 10 tahun belum tersentuh perbaikan sejak masa pemerintahan MZA Djalal.
"Kami sudah berkali-kali mengajukan permohonan perbaikan. Besar harapan kami, di masa kepemimpinan Gus Fawait ini, jalan desa kami bisa segera diperbaiki," ujar Eli.