Pemkab Evaluasi Pelibatan 22 Ribu ASN Jember dalam Verval Data Kemiskinan
Pemerintah Kabupaten Jember melakukan evaluasi komprehensif terhadap pelibatan sekitar 22 ribu aparatur sipil negara (ASN) dalam kegiatan verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan. Evaluasi ini dilakukan usai pelaksanaan uji coba (trial) di lapangan yang mengungkap berbagai kendala. Mulai dari aspek teknis hingga kondisi riil petugas.
Penjabat Sekda Jember, Akhmad Helmi Luqman, menjelaskan, trial dilakukan sebagai langkah awal untuk menguji kesiapan sistem sekaligus mengidentifikasi persoalan yang muncul saat pelaksanaan di lapangan.
“Verifikasi ini sudah kita lakukan trial. Dalam pelaksanaannya memang ditemukan kendala-kendala di lapangan, dan itu akan kita perbaiki melalui evaluasi,” ujarnya, Rabu, 22 April 2026.
Salah satu temuan penting dalam evaluasi adalah perlunya penyesuaian pola penugasan ASN. Selama uji coba, ditemukan bahwa beban kerja di sejumlah wilayah cukup berat, terutama bagi petugas yang harus menjangkau daerah pinggiran dengan akses terbatas. Karena itu, ke depan pembagian wilayah akan disesuaikan lebih proporsional.
“Ke depan akan kita atur, misalnya petugas perempuan tidak perlu menjangkau lokasi yang terlalu jauh,” jelasnya.
Selain mempertimbangkan faktor jarak dan medan, Pemkab Jember juga menaruh perhatian pada kondisi fisik ASN. Dalam evaluasi tersebut ditegaskan bahwa ASN yang sakit, lanjut usia, atau memiliki keterbatasan tidak diwajibkan turun langsung ke lapangan.
“Bagi yang sakit atau sudah sepuh tidak perlu memaksakan diri. Bisa diwakilkan kepada rekan kerjanya, karena akun bisa digunakan bersama, yang penting datanya bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Skema perwakilan ini dinilai sebagai solusi untuk menjaga keberlanjutan proses verval tanpa mengorbankan kesehatan maupun keselamatan ASN. Sistem akun yang digunakan dalam pendataan juga dinilai cukup fleksibel untuk memungkinkan pelimpahan tugas secara administratif.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga mengevaluasi distribusi wilayah kerja agar lebih mendekati domisili ASN. Namun, kondisi geografis dan sebaran warga miskin yang banyak berada di kawasan pinggiran menjadi tantangan tersendiri.
“Kita sebenarnya sudah mencoba mendekatkan lokasi tugas, tetapi karena banyak warga miskin berada di daerah pinggiran, mau tidak mau pelibatan ASN tetap dilakukan secara luas,” tambahnya.
Pelibatan hingga 22 ribu ASN ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mempercepat proses pemutakhiran data kemiskinan secara menyeluruh. Data yang akurat menjadi kunci dalam penyaluran program bantuan sosial agar tepat sasaran.
Meski dihadapkan pada berbagai kendala, Pemkab Jember memberikan apresiasi tinggi kepada para ASN yang tetap menjalankan tugas dengan dedikasi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh ASN yang telah melaksanakan verifikasi data dengan penuh sukacita. Ini menunjukkan bahwa ASN terpanggil untuk peduli terhadap warga miskin di Kabupaten Jember,” ungkapnya.
Ke depan, hasil evaluasi ini akan menjadi dasar perbaikan kebijakan teknis dan operasional verval. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan sistem yang lebih efektif, adaptif, dan ramah bagi petugas di lapangan.
“Kami akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar pelaksanaan verifikasi ke depan bisa berjalan lebih baik, lebih akurat, dan lebih optimal,” pungkasnya.