Pesikminas XVIII Digelar di Unej, 894 Mahasiswa dari 32 Provinsi Adu Talenta Seni
Universitas Jember (Unej) menjadi panggung nasional bagi talenta seni mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia. Sebanyak 894 mahasiswa dari 32 provinsi akan ambil bagian dalam Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Nasional (Peksiminas) XVIII yang digelar pada 8–10 September 2026.
Selain peserta, perhelatan seni nasional ini juga melibatkan 472 dosen pendamping, 460 official, 32 delegasi BPSMI Pusat dan Belmawa, serta 167 pimpinan perguruan tinggi. Total delegasi tersebut tergabung dalam 526 tim yang akan berkompetisi dalam berbagai cabang seni.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jember, Fendi Setyawan, mengatakan Peksiminas XVIII bukan sekadar kompetisi antarmahasiswa. Ajang tersebut merupakan puncak dari rangkaian seleksi berjenjang yang dimulai dari tingkat perguruan tinggi hingga tingkat provinsi.
“Peksiminas ini awalnya dimulai dari Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Universitas. Masing-masing universitas menyaring calon delegasi terbaiknya untuk maju ke Peksimida,” katanya saat konferensi pers, Senin, 7 September 2026.
Dari ajang Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Daerah (Pesikmida), mahasiswa terbaik kemudian dipilih untuk memperkuat kontingen masing-masing provinsi di tingkat nasional. Karena itu, peserta Pesikminas bukan lagi membawa nama perguruan tinggi, melainkan menjadi perwakilan provinsi.
Fendi mencontohkan, dalam kontingen Jawa Timur, satu cabang seni bisa diwakili mahasiswa dari perguruan tinggi berbeda. Mahasiswa terbaik dari Unesa, Unair, UB, UM, Petra maupun perguruan tinggi lainnya dapat berada dalam satu kontingen Jawa Timur.
“Kita ambil talenta terbaik. Sehingga utusan atau delegasi ini kita sebut dengan perwakilan provinsi, bukan perwakilan perguruan tinggi,” ujarnya.
Ia juga meluruskan posisi Universitas Jember dalam penyelenggaraan Pesikminas XVIII. Menurutnya, penyelenggara kegiatan secara resmi adalah BPSMI Jawa Timur, sedangkan Unej menjadi lokasi utama pelaksanaan berdasarkan hasil Musyawarah Daerah BPSMI Jawa Timur.
Panitia pun dibentuk secara gabungan antara pengurus BPSMI Jawa Timur dengan tenaga lokal dari Universitas Jember. Pemusatan seluruh kegiatan di satu kampus dilakukan dengan pertimbangan efisiensi, terutama untuk memudahkan koordinasi dan menekan biaya penyelenggaraan.
“Kalau kegiatan ini kami pencar di beberapa universitas, koordinasinya sangat sulit. Yang kedua, cost-nya pasti sangat besar. Untuk itu memang kita sentralkan di Universitas Jember,” jelasnya.
Dari total 38 provinsi di Indonesia, sebanyak 32 provinsi telah mengonfirmasi keikutsertaannya. Enam provinsi belum mengirimkan delegasi, salah satunya daerah pemekaran baru yang masih menghadapi keterbatasan perguruan tinggi maupun anggaran.
Hingga Senin, 7 September 2026, sebanyak 13 BPSMI provinsi telah melakukan registrasi. Mereka berasal dari Aceh, Banten, DKI Jakarta, Gorontalo, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, NTB, NTT, Papua Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan.
Fendi menyebut kedatangan delegasi dari berbagai wilayah Indonesia menjadi kebanggaan tersendiri bagi Jember dan Universitas Jember. Terlebih, peserta datang dari wilayah barat hingga timur Indonesia.
“Kami selaku tuan rumah sekali lagi merasa bangga bisa menyelenggarakan ini dan dihadiri sahabat-sahabat kita dari segala penjuru provinsi di Indonesia,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan sendiri telah dimulai Senin, 7 September. Delegasi yang tiba lebih awal melakukan registrasi sekaligus mengecek venue perlombaan. Sistem registrasi telah disiapkan sebelumnya sehingga data peserta, termasuk foto dan identitas, tinggal diverifikasi dan dicetak dalam bentuk ID card.
Sebanyak 15 titik venue disiapkan untuk 15 tangkai seni yang diperlombakan. Peserta diberi kesempatan melakukan observasi lokasi, mulai dari venue tari, nyanyi pop, dangdut, keroncong, seriosa, komik strip hingga cabang seni lainnya.
Registrasi masih dibuka hingga Selasa, 8 September pukul 10.00 WIB bagi delegasi yang belum tiba. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pengambilan nada, orientasi panggung, hingga kunjungan ke venue bagi peserta yang belum sempat melakukan observasi.
“Registrasi kami buka sampai Selasa pagi. Setelah itu, peserta melanjutkan persiapan melalui pengambilan nada, orientasi panggung, dan observasi venue,” jelasnya.
Sejumlah peserta juga berkesempatan mengikuti visitasi lapangan, khususnya untuk cabang yang membutuhkan pengamatan langsung. Lokasi yang disiapkan antara lain Pasar Tanjung dan Alun-Alun Jember, serta kemungkinan kunjungan ke kawasan perkebunan tembakau.
Puncak pembukaan Pesikminas XVIII dijadwalkan berlangsung Selasa, 8 September malam pukul 19.00–22.00 WIB. Sementara kompetisi secara penuh akan berlangsung pada Rabu, 9 September hingga malam hari.
Padatnya jadwal tidak lepas dari jumlah peserta yang mencapai ratusan mahasiswa. Bahkan, beberapa cabang membutuhkan waktu lebih panjang karena setiap peserta harus menampilkan lebih dari satu karya atau lagu.
Cabang nyanyi, misalnya, mempertandingkan kategori putra dan putri dengan masing-masing peserta wajib membawakan dua lagu, yakni satu lagu wajib dan satu lagu pilihan. Kondisi tersebut membuat pertandingan harus berlangsung hingga 10 September.
“Setiap peserta di cabang nyanyi wajib membawakan lagu wajib dan lagu pilihan. Karena itu, beberapa pertandingan harus berlangsung sampai 10 September,” jelas Fendi.
Pada Kamis, 10 September, kompetisi masih menyisakan dua tangkai seni, salah satunya nyanyi pop dan dangdut. Setelah seluruh perlombaan berakhir sekitar pukul 12.00 WIB, dewan juri akan menggelar rapat pleno untuk menentukan peserta yang masuk nominasi.
Hasil penilaian ditargetkan rampung hingga pukul 18.00 WIB dan dilanjutkan dengan acara penutupan pada malam harinya.
Sementara Jumat, 11 September, menjadi agenda tambahan yang bersifat opsional. Sejumlah delegasi memilih memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengenal destinasi wisata Jember. Rute yang disiapkan antara lain kawasan Kebun Cokelat Renteng dan Pantai Watu Lintang.
“Agenda wisata pada Jumat bersifat opsional. Delegasi yang berminat dapat mengenal sejumlah destinasi Jember, seperti Kebun Cokelat Renteng dan Pantai Watu Lintang,” ujar Fendi.
Dengan skala peserta yang besar dan keterlibatan 32 provinsi, Pesikminas XVIII tidak hanya menjadi ajang perebutan prestasi seni mahasiswa. Kehadiran ratusan delegasi dari berbagai daerah sekaligus menjadi kesempatan bagi Jember memperkenalkan potensi daerahnya kepada peserta dari seluruh Indonesia.
“Kami berharap Pesikminas XVIII tidak hanya melahirkan prestasi seni mahasiswa, tetapi juga memperkenalkan potensi Jember kepada seluruh delegasi dari berbagai daerah di Indonesia,” pungkasnya.