Pacitan Jadi Langganan Gempa, Pagi Ini Guncangan Magnitudo 3,6
Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, kembali diguncang gempa bumi pada Sabtu pagi, 6 Desember 2025. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan Magnitudo 3,6 terjadi pada pukul 08.34 WIB dengan pusat gempa berada di 45 km barat daya Pacitan pada kedalaman 104 km.
Gempa ini menambah deretan aktivitas seismik yang terjadi di wilayah Pacitan sepanjang November hingga Desember 2025, menjadikan daerah tersebut sebagai salah satu kawasan yang cukup sering mengalami gempa akibat posisinya yang berdekatan dengan zona subduksi selatan Jawa.
Detail Gempa Pacitan Pagi Ini – 6 Desember 2025
Magnitudo: 3,6
Waktu: 06 Desember 2025, pukul 08:34:46 WIB
Lokasi: 8.55 LS, 110.93 BT
Pusat Gempa: 45 km barat daya Pacitan
Kedalaman: 104 km
Sumber: BMKG
BMKG menyebut gempa berada pada kedalaman menengah sehingga tidak berpotensi tsunami dan umumnya dirasakan lemah hingga sedang oleh warga di sekitar Pacitan.
Rangkaian Gempa Sebelumnya di Pacitan
Selain gempa hari ini, wilayah Pacitan juga mengalami beberapa aktivitas gempa pada akhir November 2025. Berikut daftarnya:
1. Gempa Magnitudo 2,3 – 25 November 2025
Waktu: 00:25:48 WIB
Lokasi: 8.53 LS, 110.83 BT
Pusat Gempa: 49 km barat daya Pacitan
Kedalaman: 75 km
Magnitudo: 2,3
2. Gempa Magnitudo 2,7 – 19 November 2025
Waktu: 06:02:26 WIB
Lokasi: 8,82 LS – 110,88 BT
Pusat Gempa: 75 km barat daya Pacitan
Kedalaman: 34 km
Magnitudo: 2,7
BMKG sebelumnya juga mencatat dua kejadian gempa pada Selasa, 18 November 2025, dan Rabu, 19 November 2025, yang memperlihatkan adanya rangkaian aktivitas seismik di selatan Jawa.
BMKG: Data Masih Bisa Berubah
BMKG menegaskan bahwa informasi gempa yang dirilis bersifat cepat (quick update) sehingga hasil pengolahan data dapat berubah seiring masuknya data tambahan dari sensor lain.
Mengapa Pacitan Sering Diguncang Gempa?
Pacitan berada di dekat zona subduksi Lempeng Indo-Australia dan Eurasia, menjadikannya salah satu wilayah dengan aktivitas gempa yang cukup sering terjadi. Gempa-gempa ini umumnya berkedalaman menengah hingga dalam, sehingga tidak berpotensi tsunami tetapi tetap dirasakan sebagian warga.