Musisi Indonesia dan Malaysia Bersatu Lewat Lagu Solidaritas Palestina
Musik kembali menjadi medium yang melampaui batas negara, bahasa, dan identitas. Melalui lagu Our Power, sejumlah musisi Indonesia dan Malaysia menyampaikan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina sekaligus menyerukan penghentian kekerasan yang terus berlangsung di Jalur Gaza. Karya ini tidak hanya hadir sebagai lagu, tetapi juga menjadi simbol solidaritas lintas negara yang mengedepankan nilai kemanusiaan.
Lagu Our Power mengusung genre pop-rock alternatif dengan nuansa emosional yang kuat. Para musisi berharap karya tersebut mampu menyentuh masyarakat luas dan mengingatkan dunia bahwa tragedi kemanusiaan di Palestina masih membutuhkan perhatian bersama.
Kolaborasi Lintas Negara untuk Palestina
Proyek Our Power lahir atas inisiatif Tanah Para Nabi (TPN) Movement bersama Friends of Palestine. Kedua organisasi itu mengajak musisi dari Indonesia dan Malaysia untuk bersatu dalam satu karya yang membawa pesan kemanusiaan.
Beberapa nama yang terlibat antara lain Bella Fawzi, Cholil Mahmud, Noh Salleh, Eka Annash, Lala Karmela, Kayda, serta Fia Fellow sebagai produser dan arranger. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap isu kemanusiaan dapat menghapus batas geografis maupun perbedaan latar belakang.
Selain menjadi karya musik, Our Power juga ditetapkan sebagai anthem bagi sejumlah gerakan solidaritas internasional. Lagu tersebut mengiringi gerakan kemanusiaan seperti Global Sumud Flotilla dan Global March, yang berupaya menembus blokade Jalur Gaza untuk menyalurkan bantuan kepada warga sipil.
Kehadiran lagu ini memperkuat pesan bahwa dukungan terhadap Palestina tidak hanya muncul melalui aksi diplomasi atau bantuan kemanusiaan. Seni juga memiliki ruang penting dalam membangun empati publik dan menjaga perhatian masyarakat internasional.
Our Power Lahir dari Keresahan Para Musisi
Bella Fawzi menjelaskan bahwa Our Power lahir dari kegelisahan para musisi terhadap konflik yang terus berlangsung di Palestina. Mereka memilih musik karena memiliki kekuatan untuk menjangkau banyak orang tanpa memandang latar belakang.
"Judul lagunya adalah 'Our Power' yang bercerita tentang harapan kami dan juga keresahan kami atas isu Palestina yang tidak kunjung usai. Kami tidak berdiri sendirian, karya ini dibantu oleh banyak sekali teman-teman luar biasa untuk menyuarakan apa yang benar bagi kebebasan Palestina," kata Bella Fawzi dalam keterangan resmi.
Menurut Bella, karya tersebut menjadi bukti bahwa musisi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan nilai kemanusiaan. Lagu menjadi media yang mampu menyampaikan pesan damai dengan cara yang lebih dekat kepada masyarakat.
Musik juga dinilai mampu menjangkau generasi muda yang selama ini aktif mengakses berbagai platform digital. Karena itu, Our Power diharapkan mampu memperluas kesadaran publik mengenai kondisi kemanusiaan di Palestina.
Seni Dipilih sebagai Jalan Menyampaikan Kebenaran
CEO Friends of Palestine, Rayyan Abdalla, menilai seni memiliki kekuatan besar untuk menjaga perhatian dunia terhadap Palestina. Menurutnya, karya musik dapat menghadirkan narasi kemanusiaan ketika ruang-ruang lain semakin terbatas.
"Di saat kekuasaan terlalu sering digunakan untuk membungkam kebenaran, kami memilih musik untuk menjadi kekuatan kami demi membebaskan bangsa. Seni suatu hari nanti akan menjadi pintu bagi kebebasan, pintu untuk berbagi kebenaran, dan pintu untuk berbagi kemanusiaan," ujar Rayyan Abdalla.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa musik tidak sekadar menjadi hiburan. Sebaliknya, lagu mampu menghadirkan ruang refleksi sekaligus menggerakkan solidaritas masyarakat lintas negara.
Dalam berbagai konflik dunia, seni memang sering menjadi sarana untuk merekam sejarah, menyampaikan kritik sosial, sekaligus membangun harapan. Our Power mengikuti jejak berbagai karya musik yang lahir sebagai bentuk kepedulian terhadap tragedi kemanusiaan.
Our Power Satukan Indonesia dan Malaysia
Musisi asal Malaysia, Noh Salleh, melihat proyek ini sebagai simbol persatuan dua negara serumpun. Menurutnya, Palestina justru mengingatkan masyarakat tentang pentingnya rasa kemanusiaan yang melampaui perbedaan.
"Sebenarnya Palestina yang sedang membebaskan kita, bukan kita membebaskan Palestina. Indonesia dan Malaysia mungkin sering terpisah karena urusan mie goreng atau rendang, tapi hari ini kita bersatu karena Palestina untuk menghidupkan kemanusiaan," tegasnya.
Pernyataan itu menggambarkan bahwa isu kemanusiaan mampu menyatukan banyak pihak. Perbedaan budaya maupun identitas tidak lagi menjadi penghalang ketika tujuan utamanya adalah membela nilai-nilai kemanusiaan.
Kolaborasi lintas negara tersebut juga memperlihatkan besarnya jaringan solidaritas masyarakat sipil di kawasan Asia Tenggara terhadap Palestina.
Produksi Dilakukan Jarak Jauh Selama Sebulan
Proses produksi Our Power berlangsung selama sekitar satu bulan. Seluruh musisi menjalankan rekaman vokal secara terpisah di studio yang berada di Indonesia dan Malaysia.
Metode produksi jarak jauh tidak mengurangi kualitas kolaborasi. Sebaliknya, proses tersebut memperlihatkan bahwa teknologi mampu mendukung kerja kreatif lintas negara secara efektif.
Fia Fellow yang bertindak sebagai produser dan arranger menegaskan bahwa musik memiliki tanggung jawab sosial. Baginya, karya seni harus memberi ruang bagi mereka yang tidak mampu menyampaikan suaranya sendiri.
"Dari awal bermusik saya mempunyai motto bahwa kita harus bersuara untuk mereka yang tak mampu bersuara. Ini adalah cara untuk menyeimbangi profesi kami sebagai musisi, di mana kami diberi bakat untuk membuat lirik dan musik agar bisa menjadi bahasa yang paling universal untuk kemanusiaan," jelas Fia Fellow.
Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa proses kreatif Our Power tidak hanya berorientasi pada aspek artistik. Seluruh tim juga membawa misi sosial yang kuat sejak awal produksi.
Royalti Our Power Disalurkan untuk Bantuan Palestina
Komitmen proyek Our Power tidak berhenti pada peluncuran lagu. Seluruh royalti dari karya tersebut akan disumbangkan untuk membantu masyarakat Palestina melalui NGO Friends of Palestine.
Langkah itu mempertegas bahwa musik dapat memberikan dampak nyata. Pendengar tidak hanya menikmati karya, tetapi juga ikut berkontribusi terhadap aksi kemanusiaan melalui setiap pemutaran lagu.
Di tengah konflik yang masih berlangsung, Our Power menjadi pengingat bahwa solidaritas dapat hadir dalam berbagai bentuk. Musik menghadirkan ruang bagi harapan, empati, dan kepedulian yang melintasi batas negara.
Sejumlah karya musik dunia pernah membuktikan bahwa lagu mampu membangun kesadaran publik terhadap isu kemanusiaan. Our Power melanjutkan tradisi tersebut dengan membawa pesan bahwa kebebasan, perdamaian, dan kemanusiaan merupakan nilai universal yang layak diperjuangkan bersama.
Penulis: Nurul Huda