MPLS Ramah 2025, Wujudkan Sekolah Aman, Nyaman dan Menggembirakan
Menyambut tahun ajaran baru 2025/2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi meluncurkan Surat Edaran Menteri tentang Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah. Surat edaran ini disertai dengan Rujukan Kegiatan MPLS Ramah sebagai panduan resmi bagi satuan pendidikan dalam menyelenggarakan MPLS yang aman, nyaman, dan menggembirakan.
MPLS Berorientasi Pada Kesejahteraan Murid Baru
Rujukan ini bertujuan memastikan setiap rangkaian kegiatan selama MPLS berorientasi pada kebutuhan, perlindungan, dan kesejahteraan murid baru. Dengan pendekatan yang menempatkan murid sebagai subjek utama, surat edaran ini mendorong terciptanya pengalaman awal yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
Panduan ini memuat contoh kegiatan yang mudah diadaptasi sesuai konteks masing-masing sekolah. termasuk aktivitas pengenalan lingkungan, pembentukan karakter, hingga penguatan hubungan sosial antarwarga sekolah.
Pertama, memberikan tugas yang tidak masuk akal atau tidak relevan. Tugas yang diberikan kepada murid harus bersifat edukatif dan mendukung tujuan MPLS Ramah. Penugasan yang berlebihan atau tidak mendidik harus dihindari.
Kedua, melakukan aktivitas yang mengarah pada kekerasan atau perpeloncoan. Semua bentuk kekerasan fisik, verbal, maupun psikis dilarang, termasuk aktivitas yang bersifat menghukum, mempermalukan, atau mengintimidasi murid—baik secara langsung maupun tidak langsung.
Ketiga, melaksanakan kegiatan MPLS tanpa pengawasan guru. Seluruh kegiatan MPLS Ramah wajib berada dalam pengawasan guru. Jika dilakukan di luar lingkungan sekolah, kegiatan harus diketahui dan mendapat izin tertulis dari orang tua/wali murid.
Keempat, menggunakan atribut yang tidak edukatif dan tidak relevan. Atribut yang dapat mempermalukan murid, merendahkan martabat, atau berdampak negatif pada psikologis murid tidak diperbolehkan digunakan dalam kegiatan MPLS.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menegaskan pentingnya pelaksanaan MPLS yang humanis, tanpa kekerasan, dan penuh kebermaknaan.
“Panduan MPLS Ramah ini bukan hanya soal pengenalan fisik sekolah, tetapi juga penumbuhan dan penguatan karakter. Bukan hanya ditujukan untuk pembekalan pada murid tetapi juga banyak manfaatnya untuk para guru,” tegasnya, Jumat, 11 Juli 2025.
Kemendikdasmen mengajak seluruh pemangku kepentingan, pemerintah daerah, sekolah, guru, orang tua, masyarakat, dan media untuk bersama-sama menjalankan dan mengawal pelaksanaan MPLS Ramah secara kolaboratif dan bertanggung jawab, guna mewujudkan pendidikan yang aman, nyaman, dan menggembirakan bagi anak.
AL Azhar Melaksanakan MPLS Ramah 2025 lebih Awal
Lembaga Pendidikan Islam Al Azhar, merupakan salah satu lembaga pendidikan yang telah melaksanakan MPLS Rama tersebut. Mengingat Al Azar memulai tahun ajaran baru 2025 /2026 lebih dari yang lain.
MPLS di SD Al Ahar 5 Kemandoran Kebayoran Lama Jakarta Selatan Jumat 11 Juli 2025 berlangsung semarak. Antara lain diisi dengan sosialisasi kebiasaan anak Indonesia hebat dan penampilan salah satu ekstra kurikuler andalan Al Azhar 5 Kemandoran yakni Panahan. Kehebatan Arjuna dan Srikandi Al Azhar melesatkan anak panah ke sasaran menjadi hiburan tersediri bagi peserta MPLS. Mereka bertepuk tangan riuh setelah melahihat balon balon meletus ditembus anak panah.
Kepala SD Islam Al Azhar 5 Kemandoran Jakarta mengatan, Program Anak Indonesia hebat dan MPLS Ramah, sudah menjadi adab di Al Azhar. Bukan sesuatu yang baru di Al Azhar.
"Poin poin kebiasaan Anak Indonesia Hebat, MPLS sudah di jalankan semua di Al Azhar," kata Fatkhul Iman.
Tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat adalah gerakan yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk membentuk karakter anak Indonesia sejak dini. Kebiasaan-kebiasaan tersebut adalah: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.
Berikut adalah poin-poin penting dari 7 kebiasaan tersebut:
1. Bangun Pagi:
Membiasakan diri bangun pagi melatih kedisiplinan, menghargai waktu, dan mempersiapkan diri untuk kegiatan sehari-hari dengan lebih segar.
2. Beribadah:
Melalui ibadah, anak belajar rasa syukur, mendekatkan diri kepada Tuhan, serta membentuk nilai-nilai moral dan spiritual.
3. Berolahraga:
Olahraga rutin meningkatkan kesehatan fisik dan mental, serta melatih disiplin dan kemampuan mengelola stres.
4. Makan Sehat dan Bergizi:
Pola makan yang sehat dan bergizi mendukung pertumbuhan optimal, energi yang cukup, dan konsentrasi belajar yang baik.
5. Gemar Belajar:
Menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis, mempersiapkan anak menghadapi tantangan zaman.
6. Bermasyarakat:
Berpartisipasi dalam kegiatan komunitas melatih anak untuk berinteraksi sosial, menghargai perbedaan, dan bekerja sama.
7. Tidur Cepat:
Istirahat yang cukup penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental, serta membantu anak lebih segar dan fokus dalam beraktivitas.