Tahun Baru Imlek, Momen Berburu Lampion dan Buah-buahan di Pasar Petak Sembilan Glodok
Lampion, buah jeruk, srikaya, delima, serta ikan bandeng, seakan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam setiap menyambut tahun baru Imlek. Masyarakat Tionghoa menganggap kurang seru kalau Imlek tanpa ornamen dan sajian yang mengedepankan warna merah tersebut. Karena masing-masing mempunyai makna yang erat kaitannya dengan kehidupan manusia, keberuntungan.
Tak heran kalau deretan kios-kios yang menjual pernak-pernik perayaan Imlek di kawasan Pasar Jaya Glodok, Jakarta Barat, dipenuhi pengunjung. Kios-kios yang didominasi warna merah memadati jalanan mulai dari Gapura "Chinatown", memamerkan dekorasi khas Imlek, seperti pohon Mei Hua, lampion dan simpul Tiongkok (Chinese knot).
Tahun Baru Imlek kali ini bertepatan dengan 2576 Kongzili akan dirayakan pada Rabu, 29 Januari 2025.
Seorang pelanggan Stefani, yang datang di Petak Sembilan Glodok bersama keluarganya, mengatakan, tahun ini mereka memilih dekorasi yang hampir serupa dengan perayaan Imlek tahun lalu.
Dekorasi yang dipilihnya antara lain pohon Mei Hua, lampion dan berbagai dekorasi yang sudah menjadi tradisi keluarga. Ia juga mengaku tradisi Imlek keluarganya tahun ini tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. "Tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Kami hanya berkumpul untuk makan besar sekeluarga dan bagi-bagi angpau," ujar Stefani.
Senada dengan Stefani, Johan asal Tangerang, juga mengaku sudah rutin berbelanja kebutuhan Imlek di Glodok setiap tahunnya. "Di sini banyak pilihan, dari baju Imlek, patung-patung, hingga amplop angpau yang sesuai dengan shio tahun ini, yakni ular kayu," katanya.
Johan antusias menyambut Imlek tahun ini karena bertepatan dengan libur akhir pekan, yang memungkinkan banyak keluarga untuk berkumpul.
Sementara itu, seorang penjual, Angga mengungkapkan bahwa permintaan untuk pernak-pernik Imlek semakin meningkat menjelang hari perayaan Imlek yang tinggal dua hari lagi.
Pembeli terus berdatangan, baik yang datang langsung ke kios pun yang berbelanja secara daring. "Angpau, lampion dan patung-patung dewa serta shio jadi barang yang paling diminati pelanggan," kata Angga.
Tahun 2025 merupakan tahun shio ular yang melambangkan kebijaksanaan dan perlindungan. Menurut budaya China, tahun ini juga dipengaruhi oleh unsur kayu, yang menambah kreativitas dan karakteristik baru dalam perayaan.
Salah satu pedagang bernama Deni mengatakan biasanya peminat barang-barang tersebut mulai meningkat saat mendekati waktu perayaan Imlek. "Barang-barang yang dijual tahun ini sama saja dengan sebelumnya," ujarnya, Minggu 26 Januari 2025.
Menurut Rojali, peningkatan jumlah pembeli biasanya terjadi pada akhir pekan seperti Sabtu atau Minggu. Karena itu, dia telah mengantisipasi potensi lonjakan permintaan dengan menambah stok barang sejak pertengahan Januari 2025.
Misalnya lampion yang diproduksi sebanyak 100 hingga 200 unit per hari. Khusus pada 2025, Rojali menjual pernak-pernik Imlek bertemakan ular kayu sesuai shio tahun ini.
Rojali menjual berbagai hiasan Imlek dengan harga mulai dari Rp5.000 hingga Rp180 ribu. Sedangkan untuk lampion dijualnya dengan harga Rp800 ribu Rp1,8 juta. "Khusus lampion seharga Rp1,8 juta telah habis terjual," ujarnya. Namun, Rojali mengaku hasil penjualan pernak pernik Imlek tahun ini tidak seperti yang diharapkan.
Pasalnya, perayaan Imlek 2025 bertepatan dengan libur panjang yang dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur. "Memang dibandingkan tahun lalu omzetnya kali agak turun," ucapnya.
Selain belanja pernak-pernik masyarakat yang akan merayakan imlek 2576, juga ada yang memborong buahan-buahan seperti jeruk, srikaya, delima, serta kue ranjang untuk persembahan kepada leluhurnya.
Di kawasan Petak Sembilan, juga terdapat pertokoan selain perlengkapan ibadah, juga dapat membeli kue keranjang, camilan, manisan buah dan permen untuk hadiah kerabat di hari Imlek.
Yang tak kalah pentingnya, setelah lelah berkeliling mencari pernak-pernik Imlek di tempat ini, pengunjung dapat menikmati beraneka macam kuliner khas Tionghoa seperti kopi es tak kie, cong fan, mipan, kari lam Gang Gloria, bakmi amoy dan rujak shanghai.