Modus Joki UTBK 2026 Terungkap di UPN Veteran Jatim, Pura-Pura Terlambat
Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 di UPN Veteran Jawa Timur diwarnai temuan kecurangan. Salah satu kasus yang cukup menyita perhatian terjadi pada hari pertama ujian, Selasa, 21 April 2026. Modusnya terbilang baru dan cukup nekat, yakni dengan berpura-pura datang terlambat agar bisa lolos dari pemeriksaan ketat panitia.
Pada tahun ini, panitia pusat UTBK di UPN Veteran Jatim melayani sebanyak 10.339 peserta dari berbagai daerah. Untuk mendukung kelancaran ujian, disiapkan 680 komputer serta tambahan 10 persen komputer cadangan di setiap sesi. Selain itu, ada 30 teknisi terlatih dan 210 pengawas yang ditugaskan untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar.
Koordinator pelaksana UTBK UPN Veteran Jawa Timur, Eka Prakarsa, mengungkapkan bahwa pola kecurangan tahun ini berbeda dibanding sebelumnya. “Modus operandinya tahun ini beda, mereka melakukan aksinya dengan modus terlambat,” ujarnya.
Pelaku datang dalam kondisi tergesa-gesa saat hampir seluruh peserta sudah berada di dalam ruang ujian. Harapannya, pengawas lengah dan tidak melakukan pemeriksaan secara maksimal. Namun, prosedur tetap dijalankan meskipun waktu sudah mepet.
Sesuai aturan, peserta yang datang sebelum ujian dimulai tetap diperbolehkan mengikuti tes. Mereka wajib melalui dua tahapan, yakni ruang transit dan ruang ujian. Di ruang transit, dilakukan pemeriksaan body checking serta verifikasi dokumen.
Karena waktu yang terbatas, pengawas langsung mengarahkan peserta ke ruang ujian dengan tetap menjalankan prosedur minimal. Namun, kecurigaan muncul saat pengawas mencocokkan wajah peserta dengan data yang terdaftar.
“Dari awal masuk ruang pemeriksaan, peserta menunjukkan gelagat mencurigakan. Ia sering menutupi wajah. Setelah kami lakukan kroscek identitas, ternyata berbeda,” jelas Eka.
Dugaan pun terbukti. Peserta tersebut diduga kuat sebagai joki yang mencoba menggantikan peserta asli. Temuan ini langsung dilaporkan kepada ketua pelaksana untuk ditindaklanjuti.
Ketua pelaksana UTBK UPN Veteran Jawa Timur, Euis Nurul Hidayah, memastikan bahwa kasus ini telah ditangani sesuai prosedur. Pihak kampus juga telah berkoordinasi dengan panitia pusat serta menyerahkan kasus kepada pihak berwenang.
Menurut Euis, kasus kecurangan seperti ini bukan yang pertama. Pada 2022 lalu, UPN Veteran Jatim juga pernah mengungkap sindikat kecurangan UTBK. Sejak saat itu, pengawasan terus diperketat, termasuk dengan memetakan potensi kecurangan dari evaluasi tahun-tahun sebelumnya.
“Kami sudah memetakan potensi-potensi kecurangan sejak awal dan memperkuat sistem keamanan pelaksanaan UTBK,” tegasnya.
Kasus ini sekaligus menjadi bukti bahwa pengawasan UTBK di UPN Veteran Jawa Timur berjalan serius dan berlapis. Tujuannya jelas, menjaga integritas ujian agar tetap jujur, adil, dan transparan bagi seluruh peserta.