Misteri Tengkorak di Kebun Tebu Jember Mulai Terkuak
Misteri penemuan tengkorak manusia di tengah perkebunan tebu, Dusun Penanggungan, Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, Jember, mulai menemukan titik terang. Hasil visum memastikan tengkorak tersebut merupakan manusia berjenis kelamin perempuan.
Namun, hingga kini identitas korban masih menjadi teka-teki karena belum ada satu pun laporan orang hilang yang cocok dengan temuan tersebut.
Kapolsek Ajung, Iptu Fathur Rozzi, mengatakan, tengkorak itu pertama kali ditemukan seorang pekerja saat menebang tebu, Selasa, 30 Juni 2026. Temuan menggegerkan tersebut langsung dilaporkan kepada rekan kerja sebelum diteruskan ke Polsek Ajung.
Polisi bersama Tim Inafis Polres Jember kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan menyisir area perkebunan untuk mencari bagian tubuh lainnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis menunjukkan tengkorak tersebut merupakan manusia berjenis kelamin perempuan. Dari hasil visum juga tidak ditemukan indikasi adanya tanda-tanda kekerasan pada tengkorak tersebut.
"Hasil indikasi visum menyatakan itu adalah tengkorak manusia berjenis kelamin perempuan. Selain itu tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dari hasil visumnya," ujarnya, Rabu, 01 Juli 2026.
Meski demikian, penyelidikan belum berhenti. Polisi mengaku masih kesulitan mengungkap identitas korban karena hingga saat ini tidak ada laporan warga yang kehilangan anggota keluarga yang berkaitan dengan temuan tersebut, khususnya di wilayah hukum Polsek Ajung.
Kondisi itu membuat aparat belum dapat menghubungkan tengkorak dengan laporan orang hilang maupun dugaan tindak pidana tertentu. Polisi juga belum bisa memastikan sudah berapa lama tengkorak tersebut berada di lokasi perkebunan tebu.
"Merujuk ke belakang, tidak ada laporan orang hilang yang berkaitan dengan tengkorak tersebut, khususnya di Polsek Ajung," katanya.
Karena proses identifikasi belum membuahkan hasil dan demi alasan kemanusiaan, polisi bersama pemerintah Desa Wirowongso memutuskan memakamkan tengkorak tersebut secara layak di area pemakaman desa. Prosesi pemakaman turut disaksikan perangkat desa dan pihak terkait.
Meski telah dimakamkan, kepolisian menegaskan penyelidikan belum ditutup. Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau memiliki informasi yang berkaitan dengan penemuan tengkorak tersebut diminta segera melapor agar dapat dilakukan pencocokan identitas dan pendalaman penyelidikan.
"Kalau nanti ada masyarakat yang melapor merasa kehilangan anggota keluarganya, tentu akan kami tindak lanjuti dan dilakukan penyelidikan lebih lanjut," tegasnya.