Mendikdasmen Lepas Ribuan Lulusan SMK Kerja di Luar Negeri
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Muβti, melepas 3.000 lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan 600 lulusan Lembaga Kursus dan Kepelatihan (LKP) bekerja di luar negeri. Pelepasan dilakukan di Gedung Islamic Center, Surabaya, Rabu 20 Mei 2026.
Dari total tersebut, Jatim jadi penyumbang terbesar dengan total 1.067 murid yang mengikuti program magang kerja luar negeri, dan 723 lulusan bekerja sebagai pekerja migran.
Para peserta sendiri akan tersebar di berbagai negara tujuan. Antara lain, Jepang, Singapura, Korea Selatan, Jerman, Malaysia, Turki dan banyak lagi. Sedangkan untuk keahlian yang dibutuhkan beragam mulai dari manufaktur, perkapalan, layanan jasa, konstruksi, pertanian modern, logistik, kesehatan.
Mendikdasmen, Abdul Muβti mengatakan, pelepasan ini merupakan wujud nyata dari kebijakan pemerintah untuk memberi peluang kerja lebih luas kepada lulusan SMK.
βProgram ini merupakan realisasi dari arahan Bapak Presiden dalam berbagai kesempatan menyampaikan agar para lulusan SMK dapat siap memasuki dunia kerja. Oleh karena itu, mereka kita berikan pelatihan bahasa agar bekerja di luar negeri dengan kemampuan bahasa asing di negara-negara tujuan,β kata Muβti.
Sedangkan untuk LKP, ia mengatakan, memiliki kepentingan yang sama karena pendidikan tidak sebatas pada belajar di sekolah namun juga di Lembaga kursus dan pelatih. Dengan kemampuan yang sudah terasah, ia optimis peserta maupun lulusan SMK dapat memberikan dampak tidak hanya pada diri sendiri tapi juga negara.
βInsya Allah mereka akan dapat bekerja dengan sebaik-baiknya. Mereka memiliki kemampuan bahasa, memiliki kemampuan dan wawasan budaya serta kesiapan untuk memasuki negara di mana mereka berada, karena juga mereka kita bekali dengan berbagai regulasi dan sistem politik serta sistem hukum yang ada di negara tersebut,β ujarnya.
Untuk memastikan keamanan bagi peserta, Kemendikdasmen telah melakukan MoU dengan Kementerian Perlintungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI). Melalui kerja sama ini, peserta mendapat kemudahan pengurusan dokumen paspor, visa, dan perlengkapan lainnya. Sehingga, seluruh pekerja migran benar-benar legal menjalani pekerjaan ti luar negeri.
Sementara itu, Tatang Muttaqin selaku Dirjen Pendidikan Vokasi menyampaikan peserta atau sekolah yang bisa keluar negeri berdasar pengajuan dari sekolah dan dilakukan asesmen oleh Kemendikdasmen.
Dari data yang ada, ia mengatakan, kebutuhan tenaga lulusan SMK beragam. Mulai dari manufaktur, pertanian, kesehatan dan banyak lagi.
βKalau misalnya di Turki banyaknya untuk hospitality. Di sana mereka sangat percaya dengan tenaga-tenaga kerja dari Indonesia. Jadi Jadi masing-masing negara memang punya kelebihan,β kata Tatang.
Meski sudah ada 3 ribu lebih yang dilepas, ia mengatakan, program tersebut tidak tuntas dan akan mengirim laga dalam beberapa waktu ke depan.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan peluncuran program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK 3+1. Program ini siswa SMK setelah 3 tahun menempuh pendidikan akan ditambah 1 tahun untuk penyiapan masuk ke dunia kerja dengan pembinaan perusahaan dan berbagai agensi yang ada di dalam maupun luar negeri.
Advertisement