UIN Malang Raih Rekor MURI, Desain Kampus Berlafaz Ar-Rahim Pertama di Indonesia
Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan tinggi Islam. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang atau UIN Malang resmi meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Rekor ini diberikan karena UIN Malang menjadi perguruan tinggi pertama di Indonesia yang memiliki desain kawasan bangunan membentuk lafaz “Ar-Rahim”.
Penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis kepada Nasaruddin Umar selaku Menteri Agama, dalam kegiatan di Kampus III UIN Malang. Momen ini bukan sekadar seremoni, tapi juga penegasan bahwa inovasi di dunia kampus bisa hadir bukan hanya dari sisi akademik, tapi juga dari desain dan filosofi kawasan.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amin Suyitno, menilai capaian ini menunjukkan keseriusan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dalam memperkuat identitas berbasis nilai keislaman. Menurutnya, pencapaian seperti ini perlu diiringi peningkatan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dikutip pada Senin, 9 Februari 2026, Amin menegaskan UIN Malang didorong untuk terus berkembang agar makin kompetitif di level nasional hingga global. Artinya, rekor MURI ini bukan garis finis, tapi justru titik start untuk lompatan berikutnya.
Rektor UIN Malang, Ilfi Nur Diana, menjelaskan desain kawasan berlafaz “Ar-Rahim” memang sudah dirancang sebagai bagian dari visi kampus: membangun pusat peradaban Islam modern. Kawasan tematik ini terdiri dari lima gedung fakultas yang jika dilihat dari atas membentuk lafaz tersebut.
Lima bangunan itu meliputi Fakultas Kedokteran dan Farmasi, Fakultas Teknik, Fakultas Psikologi, Fakultas Humaniora, serta Data Center. Fasilitasnya juga dilengkapi Mahad Putra, Mahad Putri, dan Islamic Tutorial Center, sehingga fungsi akademik dan pembinaan karakter berjalan beriringan.
Secara ukuran, Kampus III UIN Malang memiliki luas sekitar 120 hektare. Khusus kawasan Ar-Rahim berdiri di atas lahan 33 hektare. Ke depan, kampus juga menyiapkan pengembangan kawasan tematik lain, yakni Ar-Rahman dan Bismillah, masing-masing 33 hektare. Jika digabung, total kawasan tematik bisa mencapai 99 hektare.
Menariknya lagi, sekitar 20 hektare lahan disiapkan untuk hutan kampus. Saat ini sudah ada kurang lebih 4.500 pohon ditanam sebagai bagian dari penguatan ekologi dan lingkungan belajar yang sehat.
UIN Malang juga terus mendorong penguatan Fakultas Kedokteran yang sudah berakreditasi unggul. Target berikutnya adalah pembangunan rumah sakit pendidikan untuk mendukung praktik dan pengembangan program studi. Dengan arah pengembangan jangka panjang ini, UIN Malang dinilai punya peluang besar menjadi pusat keilmuan Islam kelas dunia — tapi tetap membumi dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.