Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Timur Tengah, Termasuk Arab Saudi, Harus Belajar Islam ke Indonesia
Indonesia menjadi negara dengan umat muslim terbanyak di dunia. Ada sekitar 242,7 juta penduduk Indonesia yang memeluk agama Islam. Nasaruddin memperkenalkan Islam ke Asia Tenggara melalui International Conference on Indonesian Islam di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Bahkan negara di Timur Tengah dapat belajar Islam di Indonesia.
"Kita harus mempersiapkan di mana fokus implementasi gagasan. Kami tidak bisa berdiri sebagai Indonesia saja, harus merangkul negara Asia Tenggara. Indonesia pasti akan menjadi leader-nya, tetapi kita juga harus merangkul mereka," ujar Nasaruddin kepada wartawan, Kamis, 27 November 2025.
Nasarudin menyebut, dahulu Indonesia belajar tentang Islam ke Timur Tengah, bahkan buku Arab banyak yang diterjemahkan ke Indonesia. Namun, lanjut Nasaruddin, kondisi itu kini terbalik. Justru buku-buku yang berbahasa Indonesia tentang Islam sudah saatnya harus diterjemahkan ke dalam bahasa Arab.
Dia mengatakan, terdapat berbagai bidang keilmuan Islam yang telah berkembang di Indonesia. Baik ekonomi modern hingga politik yang berkesinambungan dengan ajaran Islam.
"Orang-orang Timur Tengah, orang Arab itu harus belajar Islam di Indonesia. Apakah itu ekonomi Islam, apakah itu demokrasi, apakah itu politik, apa itu ekonomi modern dan seterusnya, mereka itu minta supaya ke Indonesia," ujarnya.
"Jadi mereka itu menganggap Indonesia ini adalah betul-betul the rising star untuk pengembangan Episentrum Islam Modern," tambahnya.
Konsep pengembangan Islam Indonesia dibuatkan seminar melalui konferensi internasional di UIN Jakarta
"Ini akan menjadi coverage-nya. Jadi, ini akan memberikan semacam frame, bingkainya seperti apa, supaya nanti editing-nya bagus. Nah, ini nanti kita expose ke dunia luar ya, termasuk dunia Timur Tengah," ujarnya.
Sementara Rektor UINSA Surabaya, Akh Muzakki, mengatakan, seminar ini untuk membuka harapan, bahwa di tengah tatanan dunia global yang tidak baik-baik saja, atas arahan beliau, Islam Indonesia perlu ditampilkan.
Ada diskusi panel yang menghadirkan para pemerhati Indonesian Islam, dan sekaligus lebih spesifik lagi mendorong bagaimana kemudian pesantren itu bisa menjadi contoh secara partikular untuk mendorong toleransi, harmoni dan hidup damai.
"Jawa Timur atas saran Pak Menteri, menjadi episentrum bagi pesantren, bagi Islam di Indonesia. Karena itu penting untuk dipromosikan lebih jauh," katanya.