Memahami 7 Hal Penting Penghapus Dosa dan Penyempurna Keimanan
Mari kita renungkan firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala berikut:
ููููููุจููููููููููู ู ุญูุชููู ููุนูููู ู ุงููู ูุฌูุงููุฏููููู ู ูููููู ู ููุงูุตููุงุจูุฑููููู
โSungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu sekalian agar Kami mengetahui orang-orang yang berjuang dan orang-orang yang sabar di antara kamu sekalian.โ (QS. Muhammad : 31).
Ada yang memaknai musibah sebagai sebuah ujian, namun dibalik itu semua sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala selalu memberikan hikmah bagi mereka yang tertimpa musibah sebagaimana FirmanNya dalam hadits Qudsi berikut :
"Tidaklah seorang Muslim tertimpa kecelakaan, kemiskinan, kegundahan, kesedihan, kesakitan maupun keduka-citaan bahkan tertusuk duri sekalipun, niscaya Allah akan menghapus dosa-dosanya dengan apa yang menimpanya itu.โ (HR. Bukhari).
1. Musibah sebagai Bentuk Penghapus Dosa
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:
โApa pun bentuk musibah yang menimpa seorang muslim, niscaya akan Allah menjadikannya sebagai penghapus dosa dari dirinya, sekalipun sebatang duri yang menancap pada dirinya.โ
2. Bentuk Ujian untuk Menjadikan Diri Semakin Kuat
Dari Mushโab bin Saโid -seorang tabiโin- dari ayahnya, ia berkata,
ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ุฃูููู ุงููููุงุณู ุฃูุดูุฏูู ุจููุงูุกู
โWahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?โ Beliau shallallahu โalaihi wa sallam menjawab,
ยซ ุงูุฃูููุจูููุงุกู ุซูู ูู ุงูุฃูู ูุซููู ููุงูุฃูู ูุซููู ููููุจูุชูููู ุงูุฑููุฌููู ุนูููู ุญูุณูุจู ุฏูููููู ููุฅููู ููุงูู ุฏูููููู ุตูููุจูุง ุงุดูุชูุฏูู ุจููุงูุคููู ููุฅููู ููุงูู ููู ุฏูููููู ุฑููููุฉู ุงุจูุชููููู ุนูููู ุญูุณูุจู ุฏูููููู ููู ูุง ููุจูุฑูุญู ุงููุจููุงูุกู ุจูุงููุนูุจูุฏู ุญูุชููู ููุชูุฑููููู ููู ูุดูู ุนูููู ุงูุฃูุฑูุถู ู ูุง ุนููููููู ุฎูุทููุฆูุฉู ยป
โPara Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.โ
3. Yakini bahwa Setelahnya Pasti ada Kemudahan
Dalam surat An Insyiroh, Allah Taโala berfirman,
ููุฅูููู ู ูุนู ุงููุนูุณูุฑู ููุณูุฑูุง
โKarena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.โ (QS. Alam Nasyroh/An Insyirah: 5).
4. Ucapkan Innailahi Wa Innalillahi Rojiun
Ummu Salamah -salah satu istri Nabi shallallahu โalaihi wa sallam- berkata bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ุฃูู ูู ุณูููู ูุฉู ุฒูููุฌู ุงููููุจูููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - ุชูููููู ุณูู ูุนูุชู ุฑูุณูููู ุงูููููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - ููููููู ยซ ู ูุง ู ููู ุนูุจูุฏู ุชูุตููุจููู ู ูุตููุจูุฉู ููููููููู ุฅููููุง ููููููู ููุฅููููุง ุฅููููููู ุฑูุงุฌูุนูููู ุงููููููู ูู ุฃูุฌูุฑูููู ููู ู ูุตููุจูุชูู ููุฃูุฎููููู ููู ุฎูููุฑูุง ู ูููููุง ุฅููุงูู ุฃูุฌูุฑููู ุงูููููู ููู ู ูุตููุจูุชููู ููุฃูุฎููููู ูููู ุฎูููุฑูุง ู ูููููุง ยป. ููุงููุชู ููููู ููุง ุชูููููููู ุฃูุจูู ุณูููู ูุฉู ููููุชู ููู ูุง ุฃูู ูุฑูููู ุฑูุณูููู ุงูููููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - ููุฃูุฎููููู ุงูููููู ููู ุฎูููุฑูุง ู ููููู ุฑูุณูููู ุงูููููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู -.
โSiapa saja dari hamba yang tertimpa suatu musibah lalu ia mengucapkan: โInna lillahi wa inna ilaihi roojiโun. Allahummaโjurnii fii mushibatii wa akhlif lii khoiron minhaa [Segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Ya Allah, berilah ganjaran terhadap musibah ang menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih baik]โ, maka Allah akan memberinya ganjaran dalam musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik.โ
Ketika, Abu Salamah (suamiku) wafat, aku pun menyebut doโa sebagaimana yang Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam perintahkan padaku. Allah pun memberiku suami yang lebih baik dari suamiku yang dulu yaitu Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam.โ
5. Tetap Bersyukur
Bersyukur merupakan salah satu cara menerima nikmat Allah. Meskipun dalam kondisi ditimpa musibah kita tidak boleh melupakan untuk selalu bersyukur.
Karena musibah hanya sebagian kecil dari jutaan nikmat yang telah Allah berikan pada umatnya. Sebagaimana dalam Firman Allah berikut :
โSesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat. [QS.Ibrรขhรฎm/14:7].
6. Meyakini Musibah sebagai Pembersih Dosa-dosa
Allรขh Taโala menjadikan musibah dan cobaan tersebut sebagai obat pembersih untuk mengeluarkan semua kotoran dan penyakit hati yang ada pada hamba-Nya.
Kalau seandainya kotoran dan penyakit tersebut tidak dibersihkan maka dia akan celaka (karena dosa-dosanya), atau minimal berkurang pahala dan derajatnya di sisi Allรขh Taโala.
Jadi musibah dan cobaanlah yang membersihkan penyakit-penyakit itu, sehingga hamba tersebut meraih pahala yang sempurna dan kedudukan yang tinggi di sisi Allรขh Taโala.
Allรขh Taโala menjadikan musibah dan cobaan tersebut sebagai sebab untuk menyempurnakan penghambaan diri dan ketundukan seorang Mukmin kepada-Nya, karena Allรขh Taโala mencintai hamba- Nya yang selalu taat beribadah kepada-Nya dalam semua keadaan, susah maupun senang.
Inilah makna sabda Rasรปlullรขh Shallallรขhu โAlaihi Wasallam :
โSungguh mengagumkan keadaan seorang Mukmin, semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang Mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya.โ
7. Meyakini Musibah adalah Penyempurna Keimanan
Allรขh Taโala menjadikan musibah dan cobaan di dunia sebagai sebab untuk menyempurnakan keimanan seorang hamba terhadap kenikmatan sempurna yang Allรขh Taโala sediakan bagi hamba-Nya yang bertakwa di surga kelak.
Inilah keistimewaan surga yang sangat jauh berbeda keadaannya dengan dunia Allรขh Taโala menjadikan surga-Nya sebagai negeri yang penuh kenikmatan yang kekal abadi, serta tidak ada kesusahan dan penderitaan padanya selamanya.
Sehingga kalau seandainya seorang hamba terus-menerus merasakan kesenangan di dunia, maka tidak ada artinya keistimewaan surga tersebut, dan dikhawatirkan hatinya akan terikat kepada dunia. Sehingga lupa untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan yang kekal abadi di akhirat nanti.
Inilah di antara makna yang diisyaratkan dalam sabda Rasรปlullรขh Shallallรขhu โAlaihi Wasallam :
โJadilah kamu di dunia ini seperti orang asing atau orang yang sedang melakukan perjalanan.โ
Demikianlah. Mudah mudahan semakin dapat menambah kadar keimanan kita untuk selalu memaknai segala nikmat dan musibah sebagai karunia dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Semoga bermanfaat.
Advertisement