Mati Syahid Dunia, Meninggal Dunia Saat Bekerja
Bagi beberapa orang bekerja adalah hal sangat diinginkan. Terutama orang-orang yang baru lulus kuliah. Bekerja adalah sesuatu yang hebat. Lulus kuliah lalu kerja dan dapat uang. Namun terkadang apa yang dibayangkan tidak sama dengan apa yang terjadi. Bahkan cenderung berakhir dengan kekecewaan. Entah gajinya tidak besar, atau pekerjaan yang terlalu menyiksa.
Di beberapa negara, termasuk Indonesia. Ditemukan beberapa pekerja yang pada akhirnya meninggal akibat kelelahan. Mereka bekerja tidak mengenal waktu. Selalu dikejar dengan deadline. Hasilnya kematian datang dengan cepat akibat gangguan pada tubuh. Ingin tahu siapa saja contoh pekerja yang meninggal dunia akibat kelelahan.
Banyak cerita orang yang mati saat kerja seperti kipernya Persela. Ya, kiper Persela Lamongan, Choirul Huda, meninggal dunia usai berbenturan dalam laga dengan Semen Padang dalam lanjutan Liga 1. Sempat dilarikan ke rumah sakit, Huda tak tertolong.
Catatan ngopibareng.id, Laga Persela dengan Semen Padang dihelat di Stadion Surajaya, Lamongan, Ahad (15/10/2017). Persela menang 2-0 dalam laga itu. Dua gol dicetak oleh Saddil Ramdani dan Jose Manuel Barbosa Alves.Β Sayangnya, Persela harus membayar sangat mahal kemenangan itu. Kiper utama Laskar Joko Tingkir, Choirul Huda, meninggal dunia. Huda, yang memperkuat Persela sejak 1999 itu, mengakhiri pertandingan lebih cepat, pada menit ke-45. Dia dilarikan ke RSUD dr Soegiri Lamongan.
Menilik masalah ini, Ustadz Muhammad Maβruf Khozin, Pengasuh Pesantren di Sukolilo Surabaya membenarkan bila pekerjaan halal adalah Jihad.
Dalam sebuah Hadits, Rasulullah mengungkapkan: Mencari rezeki yang halal adalah kewajiban setelah kewajiban yang lain (HR Thabrani dan Baihaqi dari Ibnu Mas'ud)
Hadits lain menyebutkan, β Mencari rezeki yang halal adalah jihadβ (HR Al Qudlai dari Ibnu Abbas dan Abu Nuaim dari Ibnu Umar)
βKarena bekerja itu adalah jihad maka jika wafat saat bekerja juga bernilai Jihad, meskipun bukan jihad perang fi Sabilillahβ.
Demikian penjelasan Ustadz Maβruf Khozin, dari Aswaja NU Center PWNU Jatim. (adi)
Advertisement