Materi Khutbah Jumat: Memahami Pentingnya Sholat
Peristiwa Isra Miโraj merupakan peristiwa yang penting bagi umat Islam. Tidak hanya sebuah mukjizat tetapi juga ada โoleh-olehโ besar yang dibawa pulang untuk umat manusia yaitu perintah sholat lima waktu. Sholat bagi umat Islam sangat penting. Kewajiban ini tidak hanya tiang agama namun juga pembeda antara Muslim dan non-Muslim. Ibadah ini adalah cara langsung untuk mengingat pada Allah SWT.
Selain itu sholat juga mencegah perbuatan keji dan mungkar dan lain sebagainya. Shalat adalah jalinan ( hubungan) antara Allah dan hamba-Nya dan memiliki kedudukan yang tinggi yaitu sebagai rukun dan tiang agama serta menjadi lambang hubungan yang kokoh antara Allah Taโala dan hamba-Nya Bahkan dalam penelitian sholat bukan sekedar ibadah semata tetapi juga mempunyai manfaat bagi yang menjalankannya. Dengan sholat manusia akan mendapatkan ketenangan melatih kedisiplinan hingga menenangkan jiwa. Bahkan dari segi kesehatan dapat memberikan manfaat kesehatan fisik seperti melancarkan peredaran darah.
Shalat secara bahasa dapat bermakan doa. Hal ini tercantum dalam Q.S. At-Taubah ayait 9 yang artinya,โ Dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.โ Syekh Muhammad bin Qasim al-Gharabili dalam kitab Fathul Qarib memberikan penjelasan secara terminilogis tentang sholat ini. Menurutnya secara istilah syaraโ sebagaimana Imam Ar-Rofiโi, sholat adalah rangkaian ucapan dan perbuatan yang diawali dengan takbir, diakhiri dengan salam, beserta syarat-syarat yang telah ditentukanโ.
Menurut Syekh Ibnu โAthaillah as-Sakandari dalam kitab monumentalnya yang berjudul Al-Hikam, sholat adalah pembersih hati dari kotoran-kotoran dosa dan pembuka bagi pintu rahasia ghaib. Selain itu shalat adalah tempat bermunajat dan penjernihan jiwa yang mana wilayah-wilayah rahasia terbentang begitu luas dan cahaya-cahaya Tuhan berkilauan di dalamnya. Dari sini ddapat dijelaskan bahwa makna shalat yang sesungguhnya adalah hal yang menjadi pembersih hati. Selanjutnya Ibnu Athillah menyebutkan sholat juga merupakan pembuka pintu makrifat dan rahasia Ilahiyyah.
Menurut Imam Al-Ghazali, kualitas sholat seseorang adalah cermin dari kondisi hatinya. Bila hati lalai, maka sholat pun akan kosong dari makna. Bila hati hidup, maka shalat akan menjadi jembatan menuju Allah. Dalam kitab Ihya Ulumuddin, beliau menulis: โKetahuilah, hakikat salat adalah hadirnya hati di hadapan Allah. Siapa yang berdiri dalam salat sementara hatinya berpaling kepada dunia, maka ia seperti tubuh tanpa ruh.โ Artinya, salat yang sejati bukan sekadar gerakan tubuh, melainkan perjumpaan batin antara hamba dan Tuhannya. Karenanya, tujuan utama salat bukan hanya untuk menunaikan kewajiban, tetapi untuk menumbuhkan kesadaran dan cinta kepada Allah.
Dalam kitab Al-Adab fid Din Imam Al-Ghazali memberikan sedikit tip agar sholat kita berkualitas. Hujjatul Islam ini menjelaskan tentang tata krama sholat menjelaskan bagaimana melaksanakan shalat dengan mendekati kesempurnaan. Menurutnya tata krama sholat adalah merendahkan diri, khusyuโ, menampakkan kehinaan, menghadirkan hati, menafikan waswas, mengabaikan godaan hati baik yang tampak ataupun tidak.
Selain itu juga menertibkan anggota tubuh, merendahkan pandangan mata, meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri, menghayati makna bacaan. Kemudian membaca takbir dengan kewibawaan, rukuโ dengan merendahkan diri, sujud dengan khusyuโ, membaca tasbih dengan pengagungan, membaca tasyahud dengan persaksian di dalam hati. Dan juga mengucap salam dengan penuh kasih, menyelesaikan sholat dengan rasa khawatir dan berusaha untuk mengharap keridloaan.
Selain itu Imam Al-Ghazali menyebut puncak dari sholat yang berkualitas adalah ketika seseorang menemukan kenikmatan dalam sujudnya. Selain itu juga tidak ingin cepat-cepat bangun, karena ketika saat sujud itu hatinya merasa paling dekat dengan Tuhannya.
Penulis: Nurul Huda
Advertisement