Mahasiswa Lamongan Tuntut Kapolri Dicopot dan Pembebasan Demonstran yang Diamankan Polisi
Aksi unjukrasa mahasiswa di Lamongan berjalan damai. Sekalipun tuntutan yang disuarakan mengarah kepada institusi Polri, tetap berlangsung aman.
Demikian pula ketika mahasiswa menuntut pembebasan terhadap 21 pelajar yang sempat diamankan di Mapolres Lamongan, juga tidak ada ketegangan berarti.
Setelah terjadi negosiasi, sejumlah pelajar terdiri beberapa anak SMP dan SMA itu akhirnya dipulangkan. Tak pelak, mahasiswa pun berterimakasih dan memberi aplaus kepada polisi.
Sekedar informasi, anggota Polres Lamongan sebelumnya mengamankan sebanyak 21 anak berstatus pelajar diduga hendak mengikuti aksi unjukrasa.Β
Tidak hanya itu, mereka diindikasikan hendak berbuat anarkis saat mengikuti unjukrasa. Menurut pihak kepolisian, para pelajar ini diindikasi terprovokasi media sosial untuk melakukan tindakan anarkis di wilayah Lamongan.Β
Indikasi itu terlihat dari pean singkat di handphone masing-masing. Bahkan, pada pesan singkat salah seorang pemilik handphone menyebutkan hendak membeli mercon.
"Saya nyalakan di jalan pak. Ya di jalan, "jawab salah seorang dari anak yang diamankan, menjawab sekenanya pertanyaan dari anggota polisi.
Kapolres Lamongan AKBP Agus Dwi Suryanto membenarkan mengamankan sejumlah anak usia sekolah tersebut dibl berbagai tempat di wilayah Lamongan.
Ia juga menjelaskan, anak tersebut ternyata terprovokasi dengan ajakan yang tidak benar. Untuk itu diamankan untuk dilakukan pembinaan.
"Sudah dibebaskan. Orang tuanya juga sudah kita panggil. Kita sampaikan untuk tidak terprovokasi, tidak memprovokasi dan tidak terhasut kepada tindakan anarkisme dari media sosial atau ajakan langsung, "katanya, Senin 1 September 2025.
Pembebasan sejumlah anak ini dibarengi dengan bubarnya aksi mahasiswa, salah satunya berbendera PMII Unisla Lamongan.Β
Saat berunjukrasa, mahasiswa tersebut mendesak pencopotan Kapolri Jenderal Listyo Sigit dan reformasi Polri.Β
"TuntutanΒ kami tegas ganti kapolri, "kata Yoga, salah satu koordinator aksi.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, sejumlah aparat keamanan Polri dan sejumlah anggota TNI masih terlihat berjaga di beberapa titik. Terutama di gedung DPRD Lamongan.
Memang, situasi di Lamongan semoat terasa menegangkan. Sejumlah gedung pemerintah dijaga. Tidak ada mobil parkir di halaman kantor, semua diungsikan. Saat ada aksi unjukrasa SPBU sempat tutup.
Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak berseragam pegawai. Dan, sekolah diliburkan alias daring dari rumah.Β
Karena, sebelumnya terjadwal ada dua gelombang aksi unjukrasa. Pagi, aksi dari mahasiswa PMII dan sore mahasiswa GMNI, HMI dan Aliansi Bem Joko Tingkir.Β
Tetapi, hingga malam hanya ada satu gelombang aksi. Hanya, Polri dsn TNI tetap siaga dan melakukan patroli.
Β
Advertisement