Mabuk-Mabukan Berujung Maut, Seorang Pria di Tuban Tewas Dikeroyok
Aksi pengeroyokan hingga menyebabkan korban meninggal dunia terjadi di sebuah warung minuman keras (Miras) di Desa Karangagung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Korban diketahui berinisial H, 43 tahun, warga desa setempat. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian setelah menerima beberapa pukulan dari para pelaku.
Ketiga pelaku pengeroyokan diketahui berinisial A, 26 tahun; D, 30 tahun, dan F, 19 tahun, nelayan di Desa Karangagung, Kecamatan Palang.
Kasi Humas Polres Tuban, Iptu Siswanto, mengatakan, peristiwa pengeroyokan hingga menyebabkan korban meninggal dunia itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB, Senin, 3 November 2025, kemarin. Saat itu, ketiga pelaku sedang minum-minuman keras jenis Es Moni di sebuah warung di Desa Karangagung, Kecamatan Palang.
"Saat para pelaku sedang minum-minuman keras di warung, tiba-tiba korban datang. Kemudian terjadi kesalahpahaman hingga terlibat cekcok," terang Iptu Siswanto, Selasa, 4 November 2025.
Setelah terlibat cekcok, jelas Siswanto, korban kemudian menarik baju pelaku A. Sontak teman A yaitu D dan F ikut membantu hingga korban dipukul pada bagian dada sampai tersungkur.
"Korban terkena pukulan keras dari pelaku hingga tergeletak," imbuhnya.
Siswanto menepis motif pengeroyokan itu dilatarbelakangi karena dendam. Aksi itu terjadi karena korban dan para pelaku sama-sama terpengaruh miras.
"Dari hasil pemeriksaan tidak ada dendam, mereka sama-sama mabuk sehingga tidak terkontrol," jelas Siswanto.
Mendapati laporan kejadian itu, Satreskrim Polres Tuban langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan penyelidikan. Dua pelaku akhirnya berhasil ditangkap dan satu lagi menyerahkan diri ke Polsek setempat.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, para pelaku dijerat pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.
Sementara itu, pelaku A mengaku tidak sengaja membunuh korban. Ia menyebut, pengeroyokan itu berawal karena ia dipukul terlebih dahulu oleh korban.
“Saya yang dipukul pertama kali, nggak tahu alasannya apa mungkin karena kebanyakan minum atau apa,” kata A di kantor polisi.
Ia menambahkan, korban sempat dipukul oleh temannya hingga pingsan dan hidungnya mengeluarkan darah. A juga mengaku sering bertemu dengan korban ketika sedang di warung.