Libur Nataru, Bupati Minta Masyarakat Banyuwangi Berwisata di Banyuwangi Saja
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengimbau masyarakat Banyuwangi untuk menghabiskan liburan Natal dan tahun baru (Nataru) di Banyuwangi saja. Dengan berwisata di Banyuwangi saja, akan membantu menggerakkan ekonomi Banyuwangi khususnya pelaku wisata dan UMKM. Selain itu, saat ini sering terjadi cuaca ekstrem yang bisa memicu bencana hidrometeorologi.
"Saya mengimbau kepada masyarakat Banyuwangi yang ingin libur Nataru, kalau bisa Natarunya di Banyuwangi saja," jelasnya, Jumat, 19 Desember 2025.
Dia menyebut, dengan berwisata di Banyuwangi saja, bisa men-support para pelaku wisata seperti Pokdarwis, UMKM yang berjualan di tempat wisata agar bisa mendapatkan hasil dari masyarakat yang berlibur di Banyuwnagi. Begitu juga dengan hotel, restoran, kuliner yang ada di Banyuwangi.
"Kalau masyarakat Banyuwangi liburannya di Banyuwangi, insya Allah manfaatnya dapat dirasakan masyarakat Banyuwangi.'Selamat menikmati libur panjang Nataru, semoga masyarakat semuanya sehat, aman, kita semuanya dijauhkan dari semua bencana," harapnya.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Asosiasi Pokdarwis Banyuwangi, Abdul Azis, sangat mendukung keinginan Bupati Banyuwangi agar masyarakat Banyuwangi berwisata di Banyuwangi saja. Dengan berwisata di Banyuwangi saja akan membantu mendongkrak perekonomian masyarakat Banyuwangi.
"Karena ini menjadi bagian upaya bagaimana menghidupkan UMKM di Banyuwangi, supaya orang Banyuwangi membelanjakan uangnya di Banyuwangi, tidak diluar. Saya sangat setuju," tegasnya.
Pria yang juga ketua Pokdarwis Pesona Bahari Pantai Grand Watu Dodol (GWD) ini menjelaskan, menjelang libur Nataru ini di area destinasi sudah didirikan Pos Pengamanan Polisi dan Pos Kesehatan. Pihaknya juga sudah berkordinasi dengan Satuan Pamobvit Polresta Banyuwangi terkait dengan persiapan di tempat wisata selama libur Nataru.
Para pengelola destinasi wisata juga sudah meningkatkan kewaspadaan dan penjagaan. Khususnya pengelola destinasi wisata alam yang menyediakan atraksi seperti rafting, pemandian, pantai dan trip wisata.
"Perlu diwaspadai karena akhir-akhir ini sering terjadi cuaca ekstrem. Kadang-kadang gelombang langsung tinggi, di sungai tahu-tahu banjir," tegasnya.
Kondisi ini, kata dia, harus benar-benar diwaspadai oleh seluruh pengelola dan pelaku wisata. Agar selama liburan Nataru tidak ada insiden apapun.
"Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak dinginkan, artinya mitigasi sudah disiapkan, tidak dipaksakan. Kalau memang cuaca buruk jangan dipaksakan," ujarnya.