Kunjungan KBS Tembus 110 Ribu, Wisata Tak Terdampak Penurunan Daya Beli
Jawa Timur tengah menghadapi tantangan ekonomi akibat penurunan daya beli masyarakat. Berdasarkan data terbaru dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, perputaran uang selama periode Idul Fitri 2025 mengalami penurunan sebesar 12,28 persen, dari Rp157,3 triliun menjadi Rp137,97 triliun.
Meski krisis ekonomi melanda, sektor pariwisata Jawa Timur tetap menunjukkan hasil yang positif. Salah satu destinasi wisata yang tidak terpengaruh adalah Kebun Binatang Surabaya (KBS).
Lonjakan Jumlah Pengunjung di Kebun Binatang Surabaya
Terhitung sejak hari H Idul Fitri hingga 7 April 2025, jumlah kunjungan ke Kebun Binatang Surabaya telah melampaui target, mencapai angka fantastis 110 ribu orang.
Menurut Kasi Humas PDTS KBS, Lintang Ratri Sunarwidhi, peningkatan kunjungan ini bahkan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, yang mencatatkan 90 ribu pengunjung. “Alhamdulillah, jumlah kunjungan tahun ini meningkat. Tahun lalu 90 ribu lebih, untuk tahun ini sampai hari ini sudah mencapai 110 ribu pengunjung,” ujarnya kepada Ngopibareng.id.
Lintang menegaskan bahwa penurunan daya beli masyarakat tidak berdampak signifikan terhadap kunjungan wisata ke KBS. Bahkan, tenant di dalam area KBS tidak melaporkan keluhan terkait penjualan selama Idul Fitri.
“Dari tenant belum ada laporan sepi. Jadi jualan masih standar, tidak ada keluhan. Pengunjung banyak, tapi kami sepi biasanya mereka curhat kalau sepi,” ungkapnya.
Faktor Penarik Wisatawan Lokal dan Mancanegara
Beberapa event menarik dan kehadiran satwa baru selama liburan Idul Fitri turut berkontribusi pada peningkatan jumlah wisatawan. Selain wisatawan lokal, KBS juga berhasil menarik minat wisatawan mancanegara, yang mencakup sekitar 2 persen dari total pengunjung.
Kunjungan wisatawan ke Jawa Timur, termasuk destinasi populer seperti Kebun Binatang Surabaya, menjadi bukti bahwa pariwisata tetap berperan aktif dalam mendukung perekonomian daerah di tengah krisis.