Krisis BBM di Jember, Bupati Berlakukan Sekolah Secara Daring dan Pastikan Segera Ada Pasokan
Bupati Jember Muhammad Fawait mengeluarkan surat edaran (SE) yang menyebutkan proses belajar mengajar sekolah di Jember bisa dilakukan secara daring. Demikian pula untuk karyawan pemkab, bisa bekerja dari rumah.
Dipastikan, bahwa pemberlakuannya mulai besok (Selasa 30 Juli 2025) hingga distribusi BBM di Jember kembali normal. Kecuali kecuali SLTA yang memang kewenangan provinsi.
"Tetapi kepala dinas pendidikan malam ini juga akan berkoordinasi dengan kepala cabang dinas provinsi yang membawahi SMA di Jember, " katanya, saat konferensi pers, di Gedung DPRD Jember, Senin 28 Juli 2025, malam.
Keputusan tersebut merupakan salah satu solusi mengatasi dampak krisis bahan bakar (BBM) di Jember yang terjadi sejak 25 Juli 2025 hingga saat ini.
Tidak hanya itu. Selain mencarikan solusi bagi masyarakat terdampak, Bupati Muhammad Fawait juga menyampaikan kabar gembira tentang kelangkaan BBM ini. Dimungkinkan dalam waktu dekat krisis tersebut segera teratasi.
Dikatakan, setelah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, Pertamina akhirnya memastikan mengirim stok BBM secara besar-besaran menuju Jember mula Senin,l 28 Juli 2025 malam.
Bahkan, armada stok BBM disebutkan tidak hanya berasal dari Malang dan Surabaya atau Banyuwangi Tetapi pengiriman besar-besaran itu juga dari Solo,Jawa Tengah.
Informasi dari Pertamina, BBM yang sedang menuju Jember mampu mencukupi kebutuhan 41 SPBU yang ada di Jember. Bahkan, kuota ditambah dari kuota normal.
Pada kesempatan itu Bupati Muhammad Fawaid kembali mengutarakan, krisis BBM yang terjadi di Kabupaten Jember murni akibat dari penutupan jalurJember - Banyuwangi. Ia juga mengaku sempat kecewa terhadap Pertamina yang kurang mengantisipasi persoalan yang saat ini terjadi di Jember.
"Meskipun itu bukan merupakan kewenangan Pemkab Jember, namun kami terus mendesak Pertamina mengurai krisis tersebut. Kami akan terus mencari solusi sebaik mungkin dan terus memantaunya "pungkasnya.