Korsleting Kipas Angin Diduga Picu Kebakaran, Pria Autis Tewas di Sukodono
Peristiwa kebakaran kembali menelan korban jiwa di Kabupaten Sidoarjo. Sebuah rumah kontrakan di Dusun Kloposepuluh RT 03, RW 01, Kecamatan Sukodono, dilalap api pada Kamis, 22 Januari 2026, malam. Insiden tragis ini menyebabkan seorang pria dengan kebutuhan khusus meninggal dunia setelah terjebak di dalam kamar.
Korban diketahui bernama Pramudya Adjie, seorang penyandang autisme yang saat kejadian tengah beristirahat di kamar bagian belakang rumah. Api diduga berasal dari korsleting listrik yang terjadi di dalam ruangan tersebut.
Kapolsek Sukodono, AKP Iqbal Satya Bimantara, menjelaskan kebakaran terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Saat api mulai muncul, seluruh anggota keluarga korban berada di dalam rumah, namun berada di ruangan yang berbeda.
“Korban sedang berada di kamar belakang. Ayahnya, Supeno, berada di kamar depan bersama anak lainnya, sementara ibunya, Nuning Windarti, berada di dapur,” ujar Iqbal, Jumat, 23 Januari 2026.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh ibu korban yang melihat kepulan asap dan api keluar dari kamar belakang. Ia kemudian berteriak meminta pertolongan. Mendengar teriakan tersebut, ayah korban berusaha memadamkan api sambil memanggil korban agar keluar dari kamar.
“Namun, korban tidak merespons panggilan tersebut,” jelas Iqbal.
Upaya pemadaman awal juga dilakukan oleh dua tetangga, Mohammad Faruk Abidin dan Aura Azhar Muttaqin, yang datang membantu. Sayangnya, saat pintu kamar dibuka, api justru semakin membesar dan sulit dikendalikan.
Warga kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran dan aparat kepolisian. Dua unit mobil pemadam diterjunkan ke lokasi dan api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.40 WIB.
Setelah api berhasil dijinakkan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di atas tempat tidur, dengan posisi terlentang dan mengalami luka bakar serius.
“Jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Porong untuk pemeriksaan. Namun, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menyatakan telah mengikhlaskan kepergian korban,” imbuhnya.
Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi kejadian, kebakaran diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik pada stop kontak yang terhubung dengan kipas angin di dalam kamar korban.
“Penyebab sementara kebakaran mengarah pada korsleting listrik,” pungkas Iqbal.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap instalasi listrik di rumah, terutama bagi keluarga yang memiliki anggota dengan kebutuhan khusus, guna mencegah tragedi serupa terulang kembali.