Korban Meninggal Dunia Ledakan Petasan di Situbondo Bertambah Jadi Dua Orang
Korban meninggal dunia akibat ledakan hebat petasan di Situbondo, Rabu 18 Februari 2026 bertambah menjadi dua orang. Satu korban tambahan itu, Abdurahman,15 tahun meninggal dunia dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr.Soebandi Jember, Kamis 26 Februari 2026.
Korban sebelumnya, Supriadi, 50 tahun meninggal dunia di lokasi ledakan petasan, Rabu 18 Februari 2026. Ia tertimpa reruntuhan bangunan rumah yang ambruk akibat hebatnya ledakan petasan.
Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie membenarkan ada tambahan satu korban meninggal dunia akibat ledakan petasan di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih pada 18 Februari 2026. Ia adalah Abdurahman yang mengalami luka bakar mencapai 90 persen di tubuhnya dan dirawat intensif di RSD dr.Soebandi Jember.
"Kami mendapat laporan, Abdurahman, 15 tahun meninggal dunia hari ini Kamis 26 Februari 2026 siang pukul 14.20 WIB di RSD dr.Soebandi Jember. Korban ini telah menjalani perawatan intensif sembilan hari di rumah sakit," kata Kapolres Bayu, Kamis 26 Februari 2026.
Sementara lima korban luka bakar lainnya, yakni nenek Kulsum, 60 tahun; Riko, 25 tahun; Samsul, 22 tahun, Faiz 20 tahun; dan Fino,15 tahun, kondisinya mulai membaik setelah dirawat intensif di RSUD Asembagus Situbondo. Kelima warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih itu, kini proses pemulihan dengan menjalani rawat jalan.
Diberitakan sebelumnya, ledakan petasan hebat terjadi di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Rabu 18 Februari 2026 siang pukul 12.00 WIB. Ledakan petasan ini mengakibatkan satu rumah hancur rata dengan tanah dan juga merusak 11 rumah warga lainnya serta satu warga meninggal dunia dan enam warga lainnya luka bakar.
Rumah hancur rata tanah itu milik nenek Kulsum, 60 tahun yang dijadikan tempat pembuatan petasan. Satu warga meninggal dunia tertimpa reruntuhan bangunan ambruk, Supriadi, 50 tahun. Enam warga luka bakar hingga patah tulang, yakni, nenek Kulsum 60 tahun; Riko, 25 tahun; Samsul, 22 tahun, Faiz 20 tahun; Fino,15 tahun, dan Abdurahman,15 tahun.
Lima korban luka bakar dirawat di RSUD Asembagus Situbondo. Sedangkan satu korban luka bakar cukup serius, yakni Abdurahman dirujuk ke RSD dr Soebandi Jember dan meninggal dunia setelah sembilan hari dirawat intensif.