Kisah Gelap Rumah Tangga dalam Film “Suamiku Lukaku”
Film drama “Suamiku Lukaku” akan hadir di layar lebar bioskop Indonesia mulai 27 Mei 2026. Film garapan dua sutradara, Sharad Sharan dan Viva Westi mengangkat isu kekerasan rumah tangga yang akhir-akhir ini marak. Film bertema sosial ini menampilkan jajaran bintang papan atas seperti Acha Septriasa, Baim Wong, hingga Raline Shah.
Executive Producer film ini, David Suwarto, menilai bahwa film ini membawa pesan kemanusiaan besar. Ia menyampaikan bahwa banyak korban kekerasan terjebak dalam kesunyian dan ketakutan. Dalam pernyataannya, ia mengatakan, “Diam bukan lagi jawaban bagi korban kekerasan.” Ia berharap film ini dapat membuka ruang keberanian dan dorongan bagi korban untuk mencari pertolongan.
Naskah film ini ditulis oleh Titien Wattimena, salah satu penulis skenario berpengalaman di Indonesia. Amina diperankan Acha Septriasa dengan kekuatan emosi mendalam. Irfan digambarkan oleh Baim Wong sebagai sosok berkarisma yang ternyata menyimpan sisi gelap. Sementara itu, Zahra diperankan Raline Shah, yang memerankan karakter pengacara tegas dan penuh empati. Ada nama-nama besar yang terlibat selain Acha Septriasa yaitu Ayu Azhari, Mathias Muchus hingga Azkya Mahira dam Gusty Pratama.
Sinopsis
Kisah film ini berfokus pada kehidupan Amina, seorang ibu yang harus menghadapi tekanan batin berat setiap hari. Amina hidup bersama Irfan, suaminya, yang memiliki citra baik di depan publik namun penuh kekerasan di rumah. Ketegangan meningkat ketika kondisi putri mereka, Nadia, semakin memburuk dan membuat Amina terjebak dalam lingkaran penderitaan yang sulit dipecahkan.
Amina bertahan setiap hari sambil menyimpan rasa takut. Tidak ada yang memahami rasa sakit yang ia rasakan. Banyak orang menilai keluarga mereka baik-baik saja. Namun, semua itu hanya ilusi yang menutup luka batin yang terus membesar. Dalam situasi penuh tekanan itu, ia bertemu Zahra, seorang pengacara perempuan yang berani membela korban kekerasan rumah tangga. Dari pertemuan tersebut, harapan baru perlahan muncul meski penuh risiko.
Film ini mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga yang sering tersembunyi. Banyak korban memilih diam karena berbagai tekanan sosial. Melalui film ini, pesan mengenai keberanian untuk bersuara mendapatkan tempat penting. Cerita Amina menunjukkan betapa peliknya situasi yang menjerat korban KDRT. Jalan keluar selalu ada, tetapi setiap langkah memerlukan keberanian yang besar.
Film ini diproduksi oleh SinemArt bersama beberapa rumah produksi lain, yaitu The Big Picture, Tarantella Pictures Megah, Legacy Pictures, Tiger Wong Entertainment, dan Virtuelines Entertainment. Kolaborasi ini memperkuat kualitas produksi dan membuat film semakin menjanjikan dari sisi visual maupun cerita.
“Suamiku Lukaku” menjadi salah satu film drama Indonesia yang menawarkan kisah emosional kuat dan relevan. Isu KDRT yang diangkat dalam film ini membuka ruang penting bagi publik untuk lebih peka terhadap kondisi korban. Melalui pendekatan naratif yang menyentuh, film ini diharapkan dapat menggerakkan lebih banyak orang untuk memahami dan membantu korban kekerasan di sekitar mereka.
Penulis: Nurul Huda
Advertisement