Khutbah Wukuf Arafah 2025: Kiai Said Serukan Persaudaraan dan Semangat Kebangsaan
Kamis, 5 Juni 2025 menjadi momen istimewa bagi jutaan jemaah haji dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, yang melaksanakan ibadah Wukuf di Padang Arafah, puncak dari seluruh rangkaian ibadah haji.
Dalam Khutbah Wukuf Arafah 2025, KH Ahmad Said Asrori, anggota Amirulhaj sekaligus Katib Aam Syuriah PBNU, menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya persaudaraan, ukhuwah Islamiyah, dan semangat kebangsaan.
“Hari ini adalah hari yang dinanti oleh jutaan umat Islam. Hari di mana seluruh jemaah haji bersimpuh di Padang Arafah, memohon ampunan dan ridha Allah SWT. Ini adalah momen spiritual yang luar biasa,” kata Kyai Said di Tenda Misi Haji Indonesia, Arafah, Kamis 5 Juni 2025.
🌍 Arafah: Miniatur Mahsyar, Simbol Kesetaraan dan Persaudaraan
Menurut Kyai Said, Padang Arafah adalah simbol kesetaraan, tempat di mana semua manusia berkumpul tanpa memandang pangkat, status sosial, ras, atau suku bangsa.
“Di Arafah, semua mengenakan pakaian putih yang sama. Tidak ada keunggulan selain takwa. Ini adalah pelajaran tentang ukhuwah sejati,” tegasnya.
Ia mengutip pesan Rasulullah SAW dalam Khutbah Wada’:
“Wahai manusia, sesungguhnya Tuhan kalian satu, dan nenek moyang kalian satu. Kalian semua adalah keturunan Adam, dan Adam diciptakan dari tanah...” (HR. Ahmad)
🤝 Pesan Kebangsaan: Jadikan Keragaman sebagai Kekuatan Indonesia
Kyai Said mengajak seluruh jemaah haji, khususnya dari Indonesia, untuk menjadikan semangat persaudaraan universal sebagai fondasi memperkuat persatuan bangsa.
“Bangsa Indonesia adalah bangsa besar dengan keragaman budaya, suku, bahasa, dan agama. Keragaman ini harus menjadi kekuatan, bukan perpecahan. Mari jadikan semangat Arafah sebagai inspirasi membangun Indonesia yang damai, maju, dan sejahtera,” ujarnya.
Ia juga mengutip ayat Al-Qur’an tentang visi bangsa ideal:
“Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur” — Negeri yang baik dan mendapat ampunan dari Tuhan Yang Maha Pengampun.
🙏 Arafah: Waktu Mustajab untuk Doa dan Istighfar
Dalam penutup khutbahnya, Kyai Said mengingatkan bahwa waktu wukuf adalah waktu paling mustajab untuk berdoa, meminta ampunan, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
“Semoga doa-doa kita dikabulkan, dan kita semua mendapat haji mabrur, dosa diampuni, serta kehidupan yang penuh berkah,” tuturnya.
👥 Pejabat Indonesia Hadir di Wukuf Arafah 2025
Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam pelaksanaan Wukuf Arafah di tenda Misi Haji Indonesia, antara lain:
Menteri Agama RI: Nasaruddin Umar
Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji): Muhammad Irfan Yusuf
Wamenag: Romo Mohammad Syafii
Wakil Ketua DPR RI: Cucun Ahmad Syamsurijal
Dirjen PHU Kemenag: Hilman Latief
Dubes RI untuk Arab Saudi: Abdul Aziz Ahmad
🕋 Setelah Wukuf: Jemaah Bergerak ke Muzdalifah dan Mina
Selesai wukuf, seluruh jemaah langsung menuju Muzdalifah untuk mabit (bermalam), lalu dilanjutkan ke Mina untuk melontar jumrah, salah satu rukun haji penting.