Kenali 5 Cara Memilih Daging Segar untuk Konsumsi Sehat
Daging adalah asupan makanan yang kaya akan gizi. Untuk itu perlu ketelitian dalam memilihnya agar daging menjadikan badan bertambah sehat. Namun asupan protein hewani kini rentan terkontaminasi bakteri sehingga menghilangkan manfaat nutrisinya. Selain itu juga berisiko tinggi menyebabkan keracunan makanan hingga penyakit menular.
Untuk itu banyak pakar kesehatan mengingatkan bahwa ketelitian dalam memilih daging. Sebab daging yang berkualitas menjadi benteng pertama pertahanan kesehatan keluarga. Dari penelusuran berbagai sumber ada panduan anduan praktis mengenali kriteria daging yang layak dan aman untuk dikonsumsi.
Salah satu tanda penting daging yang berkualitas adalah warna yang merupakan indikator kesegaran yang paling kasat mata. Warna untuk daging sapi, kambing, atau kerbau warnanya merah segar dan tidak kusam. Sedangkan untuk jenis unggas seperti ayam dan bebek, Anda bisa pastikan daging berwarna putih kemerahan dengan serat yang halus. Ini ciri daging yang berkualitas. Untuk itu Anda harus waspada jika menemukan daging yang mulai tampak pucat, kebiruan, atau bahkan menghitam. Sebab hal tersebut adalah pertanda awal penurunan kualitas daging.
Selain itu harus ada uji elastisitas. Adapun salah satu cara sederhana untuk menguji kualitas daging adalah dengan menyentuhnya. Dalam daging yang sehat memiliki tekstur yang kenyal dan elastis. Anda bisa mencoba tekan permukaan daging perlahan. Jika daging kembali ke bentuk semula dengan cepat, artinya kondisi sel daging masih bagus. Namun sebaliknya, jika daging yang terasa lembek, lengket, atau meninggalkan bekas cekungan saat ditekan, maka daging tersebut bisa jadi turun kualitasnya.
Ciri daging yang sehat juga bisa Anda rasakan dari aroma khas hewaninya. Beberapa ahli menyebut daging segar memiliki aroma khas sesuai jenisnya yang cenderung netral atau gurih. Patut waspada juga hidung Anda menangkap bau yang menyengat, amis yang berlebihan, atau aroma asam seperti pembusukan, segera batalkan niat untuk membelinya. Aroma yang tidak sedap menandakan populasi bakteri di dalam daging sudah melampaui batas aman.
Pastikan Permukaan Tidak Berlendir
Untuk memastikan kesegaran dan kualitas daging, dapat juga melihatnya melalui permukaannya. Daging yang baik adalah permukaannya yang relatif kering. Jika daging tersebut ada cairan berlebih atau lendir pada permukaannya sering kali menjadi media tumbuh kembang kuman. Meski demikian, jangan salah sangka terhadap cairan merah yang sering ditemukan pada kemasan daging sapi. Pada daging sapi cairan tersebut bukanlah darah, melainkan 'sari daging' atau myoglobin yang masih aman. Akan tetapi Anda tetap pastikan kemasan dalam kondisi utuh, tidak bocor, dan selalu cek tanggal kedaluwarsa pada label.
Ada yang tidak kalah penting dalam memilih daging. Langkah terakhir yang dapat Anda ambul adalah memperhatikan aspek legalitas dan pengolahan. Bagi yang beragama Islam memilih daging dengan label halal. Adanya label halal dari instansi yang jelas akan memberikan jaminan tambahan bahwa daging tersebut dipotong dan disimpan sesuai dengan standar keamanan pangan nasional dan agama. Sertifikasi ini membantu konsumen memastikan bahwa produk yang mereka beli telah melalui pengawasan mutu yang ketat, kecuali untuk jenis daging tertentu seperti babi.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, daging dapat lebih selektif sehingga manfaat protein, vitamin, dan mineral dari daging dapat terserap optimal oleh tubuh. Selain itu Anda tidak menjadi khawatir akan risiko penyakit yang dapat ditimbulkan dari mengonsumsi daging.
Penulis: Nurul Huda
Advertisement