Kemen PPA dan Kemen UMKM Apresiasi Festival Egrang Jember
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Kemen PPA) dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Kemen UMKM) mendukung pelaksanaan Festival Egrang, di Desa Sumberlesung, Kecamatan Ledokombo, Jember. Kegiatan yang digelar Sabtu, 27 Juli 2025 itu dihadiri Wakil Menteri PPA, Veronica Tan dan Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza.
Kedua Wakil Menteri tersebut menikmati pertunjukan Festival Egrang XIII yang mengusung tema memuliakan bambu untuk perdamaian. Diketahui, kegiatan tersebut merupakan kegiatan tahunan yang digelar oleh Komunitas Tanoker.
Wakil Menteri PPA, Veronica Tan, mengatakan, kegiatan festival egrang sejalan dengan misi Kementerian PPA untuk menjauhkan anak-anak Indonesia dari gawai atau gadget dengan mendekatkan anak terhadap permainan tradisional.
“Senang dengan adanya pertunjukan egrang, karena ini merupakan permainan tradisional. Cocok dengan misi Kementerian PPA yang ingin menjauhkan anak dari ketergantungan gadget, dengan mendekatkan pada permainan tradisional dan olahraga” katanya.
Veronica Tan berharap, ke depannya komunitas Tanoker bisa membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya perguruan tinggi. Melalui kolaborasi tersebut, Tanoker diharapkan bisa memberikan penyuluhan kepada anak-anak di sekolah maupun parenting kepada para orang tua.
Sebab, ketergantungan terhadap gadget tidak hanya terjadi pada anak, tetapi juga orang tua. Hal tersebut terjadi salah satunya karena adanya pernikahan dini. Usia yang belum siap menikah harus memiliki anak. Sehingga secara emosional dan psikologis belum siap menjadi seorang ibu atau ayah.
Veronica Tan juga berharap Tanoker bisa membantu pemerintah dalam menanggulangi persoalan stunting dan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sebab, kasus tersebut saat ini jumlahnya cukup banyak.
“Melalui basis komunitas diharapkan bisa menyelenggarakan bimtek terkait pencegahan pernikahan dini dan parenting sebagai upaya membentuk ketahanan keluarga secara emosional dan psikologi. Nanti bisa melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza, mengatakan, tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah persoalan ketahanan pangan dan kemiskinan ekstrem. Karena itu, salah satu jalan yang bisa dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut melalui program pemberdayaan ekonomi keluarga berbasis kolaborasi.
Helvi yakin dengan segala potensi Jember dan komitmen Bupati Jember mampu mengatasi persoalan yang terjadi di Jember.
Selain itu, Helvi juga mengapresiasi Festival Egrang. Ajang ini menjadi salah satu wadah pengembangan UMKM. Kendati demikian, Helvi berharap UMKM di Kabupaten Jember tidak hanya bergantung pada kegiatan, tetapi harus berkelanjutan meskipun tidak sedang ada kegiatan.
“Kami bergembira dengan festival ini karena melibatkan UMKM. Persoalannya apakah UMKM berkembang hanya saat festival, tentunya tidak. UMKM harus sutainable dan terus kita upayakan naik kelas,” pungkasnya.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan pihaknya telah berupaya menjadikan Jember baru Jember maju bersinergi dengan pemerintah pusat. Sebab, jika hanya mengandalkan kemampuan APBD Jember tidak akan cukup.
“Terus terang jika mengandalkan APBD tidak cukup. Kami harus meminta dukungan pemerintah pusat. Kami ingin meningkatkan infrastruktur untuk menjadikan Jember tujuan investasi. Kami mohon bapak Wakil Menteri, apabila ada kegiatan bawa ke Jember,” ujarnya.