Kedatangan Jenazah Korban Mutilasi Asal Lamongan, Disambut Histeris Keluarga
Selepas waktu isyak, suara tahlil Laaillaha illallah itu tak putus-putus. Awalnya, hanya terdengar sayup-sayup.
Tetapi, begitu mobil jenazah RS Bhayangkara Pusdik Sabhara bernopol 194-305-0 memasuki gang Graha Made Kidul Gang XXII, Perumnas Made, Desa Made, Kecamatan/Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, tahlil yang disuarakan ratusan warga itu semakin menggema.
Gema tahlil itu menyambut kedatangan jenazah Tiara Angelina Saraswati, 25 tahun, korban mutilasi yang potongan tubuhnya ditemukan tercecer di semak-semak tebing kawasan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Dan, ketika mobil jenazah berhenti persis di depan pintu, seorang ibu berjilbab hitam tiba-tiba menjerit histeris.
"Ya Alllaaaaah...." Perempuan bernama Silvy itu tidak lain ibu Tiara. Seketika itu juga lunglai, hingga harus diangkat masuk ke dalam rumah kembali.
"Sabar buk..sabar ya.. Istigfar," ucap ibu-ibu yang lain, yang kebanyakan juga menangis melihat peristiwa itu.
Beberapa detik sebelumya, seorang lelaki juga jatuh tersungkur begitu keluar dsri pintu belakang mobil jenazah. Ia adalah Setiawan Darmadi, bapak korban, yang mendampingi jenazah korban selama perjalanan dari RS Bhayangkara Pusdik Porong. Sidoarjo hingga Lamongan.
Suasana kian mengharu biru. Tidak sedikit para pelayat, khususnya kaum perempuan, yang larut dalam suasana haru hingga tak mampu menahan tangisnya. Tidak terkecuali Rani, adik korban yang terlihat juga terisak-isak.
Jenazah korban tiba di rumah duka sekitar pukul 20.05 WIB. Sempat disemayamkan di dalam rumah sekitar 10 menit, lalu disalatkan di masjid setempat.
Sebelumnya Kepala Desa Eko Widianto, mengatasnamakan perwakilan keluarga mengucapkan terima kasih atas kehadiran untuk takziah. Ia tidak lupa menyampaikan maaf apabila selama hidupnya almarhumah pernah salah.
Karena membludaknya warga yang takziah atau sekedar menyaksikan kedatangan jenazah yang sebelumnya viral karena menjadi korban perbuatan sadisme, sejumlah anggota Polri dan TNI turut mengamankan situasi.
Bahkan, petugas juga mengawal hingga menuju pemakaman di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Madedadi, Kecamatan Lamongan.
"Pertama kami turut berbelasungkawa. Sudah menjadi kewajiban kita untuk ikut mengamankan situasi, apabila terdapat kerumunan massa. Semoga semuanya berjalan lancar," kata Kapolsek Lamongan, Kompol Fadelan.
Proses pemakaman juga terasa sunyi. Tak ada pelayat yang berisik. Begitu senyapnya, isak tangis yang sebenarnya tidak keras dari Rani, adik kandung korban, yang berdiri di sisi liang pemakaman pun menjadi jelas terdengar.
Suasana haru pun masih terasa ketika para pelayat meninggalkan makam. Ketika dalam perjalanan pulang, yang terdengar hanya suara-suara obrolan sesana pelayat yang berjalan berdampingan.
“Kasihan sekali. Kejadiannya mengerikan dan pelakunya sangat sadis. Kok tega ya melakukan perbuatan sekeji itu,” ujar beberapa orang dengan suara pelan.
Diberitakan sebelumnya, Tiara Angelina Saraswati adalah korban mutilasi oleh Alvi Maulana, 24 tahun, pemuda asal Sumatera yang bekerja di Surabaya.
Alvin, yang belakangan mengaku pernah bekerja sebagai jagal di rumah pemotongan hewan itu mencincang tubuh Tiara di sebuah kamar kos di Lakarsantri, Surabaya, Minggu 31 Agustus 2025. Jasad korban kemudian dibuang secara keji di kawasan Pacet, Mojokerto.
Selanjutnya, potongan tubuh korban yang berhasil ditemukan polisi ini kemudian Diteliti RS Pusdik Bhayangkara Porong dan diterima secara bertahap sejak Sabtu, 6 September 2025.
Hari pertama menerima 63 potongan tubuh, mulai jaringan otot, kulit kepala hingga rambut. Keesokan harinya menerima 239 fragmen tulang kepala, delapan potong tulang paha dan 22 gigi.
"Total potongan tubuh mencapai 310 potongan,” terang Kepala Kepala RS Pusdik Bhayangkara Porong, Kompol dr. Zaid, Selasa 9 September 2025.
Advertisement