Kawasan Pesisir Sidoarjo Bakal Disulap Jadi Wisata Hutan Mangrove
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bersiap mengembangkan kawasan pesisir timur menjadi destinasi wisata hutan mangrove.
Rencana pengembangan ekowisata tersebut diawali dari wilayah Kecamatan Sedati,. Tepatnya di Desa Tambak Cemandi dan Desa Gisik Cemandi, yang berada di kawasan pesisir Laut Jawa.
Tahap awal pengembangan kawasan wisata mangrove ini difokuskan pada penyiapan infrastruktur dasar. Khususnya akses jalan menuju lokasi wisata.
Saat ini, Pemkab Sidoarjo sedang memulai proses persiapan pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang 2,5 kilometer, dari jalan utama menuju kawasan mangrove.
Akses jalan tersebut direncanakan memiliki lebar hingga 25 meter. Namun, sebagian trase jalan akan melintasi lahan milik TNI Angkatan Laut (AL).
Untuk itu, Bupati Sidoarjo H. Subandi melakukan koordinasi langsung dengan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) V Surabaya.
Untuk merealisasikan rencana ini, Bupati Subandi berkunjung ke oloihaknTNI AL. Bupati didampingi Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (Perkim CKTR) Sidoarjo M. Bachruni Aryawan, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Chusnul Inayah, serta Kepala Bagian Hukum Setda Sidoarjo Komang Rai Warmawan.
Rombongan Pemkab diterima langsung oleh Dankodaeral V Laksda TNI Ali Triswanto bersama Wadan Kodaeral V Brigjen TNI (Mar) Suwandi.
Bupati Sidoarjo H. Subandi menjelaskan, pembangunan kawasan wisata hutan bakau ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi potensi pesisir Sidoarjo, sekaligus pengembangan pariwisata berbasis lingkungan.
“Saat ini kami menyiapkan akses jalan menuju kawasan wisata mangrove di wilayah timur Sidoarjo. Namun sebagian lahan yang dilalui merupakan aset TNI AL, sehingga kami datang untuk berkoordinasi,” ujarnya, Jumat 9 Januari 2026.
Ia menyebutkan, kebutuhan lahan TNI AL untuk akses jalan tersebut relatif kecil, yakni sekitar 20 meter kali 120 meter. Pemkab berharap pemanfaatan lahan tersebut dapat mendukung pengembangan kawasan wisata mangrove yang direncanakan menjadi ikon baru pariwisata pesisir Sidoarjo.
Sementara itu, Dankodaeral V Laksda TNI Ali Triswanto menyambut positif rencana pembangunan kawasan wisata mangrove tersebut. Ia menegaskan, pemanfaatan lahan TNI AL untuk kepentingan akses jalan masih perlu dibahas lebih lanjut secara teknis.
“Untuk rencana jangka panjang pengembangan mangrove, silakan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Aslog Dankodaeral V,” ujarnya.
Kepala Dinas Perkim CKTR Sidoarjo M. Bachruni Aryawan menambahkan, penataan kawasan wisata mangrove di Sedati merupakan tahap awal. Ke depan, kawasan ekowisata mangrove akan diperluas hingga ke pesisir selatan Kabupaten Sidoarjo.
Pengembangan tersebut direncanakan membentang dari pesisir Kecamatan Sedati hingga Kecamatan Jabon, dengan panjang garis pantai mencapai sekitar 33 kilometer dan lebar kawasan mangrove kurang lebih 1 kilometer.
“Penataan awal dimulai di Tambak Cemandi dan Gisik Cemandi. Setelah itu akan dikembangkan secara bertahap hingga wilayah pesisir Jabon,” jelasnya.
Rencana pembangunan kawasan wisata hutan mangrove ini diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata baru. Tetapi juga berfungsi sebagai kawasan konservasi lingkungan pesisir serta penggerak ekonomi masyarakat pesisir Sidoarjo.