Karyawan WiFi di Jember Dibacok Pria Bersenjata Celurit, Pelaku Berhasil Diamankan Polisi
Seorang karyawan penyedia layanan internet (WiFi) menjadi korban pembacokan oleh pria bersenjata celurit di Desa Gumukmas, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Kamis, 4 Juni 2026 siang. Korban diketahui bernama Joni, 41 tahun warga Kecamatan Kencong.
Kanit Reskrim Polsek Gumukmas, Aiptu Margono Tatang Nurcahyo, mengatakan peristiwa bermula sekitar pukul 14.00 WIB saat korban hendak menyetorkan uang hasil penarikan pelanggan WiFi di wilayah Krebet, Desa Gumukmas. Tiba-tiba pelaku bernama M Anas mengayunkan celurit ke arah korban.
"Saat korban membuka jok sepeda motor untuk mengambil nota pembayaran, pelaku tiba-tiba muncul dari belakang dan langsung mengayunkan celurit," ujar Margono, Jumat, 05 Juni 2026.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka robek di bagian lengan kanan dan langsung berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke arah barat menuju sebuah toko mebel di wilayah Kencong.
Menurut Tatang, pelaku sempat mengejar korban hingga sekitar lokasi mebel sebelum akhirnya menghentikan pengejaran dan meninggalkan tempat kejadian.
Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang beredar menunjukkan pelaku bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana pendek saat mengamuk. Pelaku terlihat berteriak sambil mengayunkan celurit berulang kali.
Tidak hanya mengejar korban, pelaku juga membuat panik sejumlah karyawan WiFi lainnya yang berada di lokasi. Mereka berhamburan keluar kantor dan berlari ke jalan raya untuk menghindari serangan.
Usai memastikan pelaku meninggalkan lokasi, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kencong. Karena tempat kejadian perkara berada di wilayah hukum Polsek Gumukmas, petugas dari kedua polsek kemudian berkoordinasi melakukan pencarian.
"Setelah menerima laporan, kami bersama Polsek Kencong melakukan pencarian dan berhasil mengamankan terduga pelaku," kata Margono.
Saat ini Muhammad Anas telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami motif pembacokan tersebut serta menelusuri kondisi kejiwaan pelaku yang disebut kerap menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin.