Kapolrestabes Surabaya Turun Langsung, Massa masih Ogah Bubar Beberapa Ditangkap
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan turun langsung ke jalan untuk membubarkan massa aksi yang anarkis. Dengan menggunakan megaphone Luthfie menyerukan agar massa membubarkan diri. Dengan berjalan di belakang pasukan Brimob Luthfie berseru,
"Adik-adik segera meninggalkan tempat ini dan kembali ke rumah masing-masing. Apa bila terus melakukan pengerusakan, pelemparan, kita akan tindak tegas," kata Luthfie.
Pasukan Brimob yang berada di depan Luthfie pun pelan mulai merangsek ke depan massa sambil menyemprotkan watercanon untuk membubarkan massa. Namun demikian, massa belum mau membubarkan diri melainkan hanya menjauh dari jangkauan watercanon.
Beberapa polisi pun mulai melakukan pengejaran terhadap massa pengunjukrasa dan mulai melakukan penangkapan.
Seperti diberitakan sebelumnya, aksi massa tergabung dalam gerakan Warga Surabaya Turun ke Jalan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat, 26 Juni 2026, berakhir ricuh. Dalam aksi ini mereka menyoroti kondisi dalam negeri yang memberi keresahan pada masyarakat.
Pantauan Ngopibareng.id, aksi berjalan cukup tertib sejak diawali longmarch hingga penyampaian aspirasi yang disertai aksi baka-bakar. Namun, sekitar pukul 18.27 WIB kondisi berubah mencekam setelah massa aksi menuntut agar pemerintah dapat menemui mereka.
Akhirnya, massa aksi yang kecewa mulai melakukan pelemparan botol, batu, hingga pagar aluminium Grahadi yang dilepas oleh massa aksi untuk dilempar ke dalam Grahadi.