Kapolres Jember Janji Segera Tangkap Pemerkosa Mahasiswi di Balung
Kapolres Jember, AKBP Bobby Adimas Condroputra, menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus dugaan kekerasan seksual yang terjadi di Balung. Pernyataan itu disampaikan dalam audiensi bersama aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jember, Kopri PMII, dan Fatayat NU Jember di Ruang Rupatama Mapolres Jember, Selasa, 21 Oktober 2025.
Bobby dalam forum tersebut menyampaikan terimakasih kepada PMII dan Kopri Jember. Semua masukan yang disampaikan menjadi bahan evaluasi ke depan, terutama terkait kinerja dari Kapolsek Balung dan Kanit Reskrim.
Bobby juga menyoroti adanya dugaan kelalaian aparat di tingkat Polsek saat korban pertama kali melapor. Ia menyebut, tim Propam Polres Jember akan turun untuk memeriksa perilaku anggota yang diduga tidak responsif terhadap laporan korban.
Bobby menegaskan, seluruh jajaran Polres dan Polsek di bawahnya akan dievaluasi untuk memperbaiki standar pelayanan terhadap korban kekerasan perempuan dan anak. Jika ditemukan ada penyidik yang menyepelekan atau kurang tanggap, maka itu juga bisa dikenakan kode etik.
Kendati demikian, Bobby juga menyampaikan anggota Polsek Balung pasca menerima laporan langsung melakukan serangkaian pemeriksaan. Bahkan, polisi juga sempat mendampingi korban saat ke psikiatri RS Soebandi.
Di sisi lain, Bobby juga tidak menampik anggotanya di Polsek Balung kurang cepat dalam menangani kasus tersebut. Apalagi, Kapolsek Balung Definitif saat ini sedang melaksanakan ibadah umrah. Sedangkan Kanit Reskrim Polsek Balung juga sedang berduka, pasca keluarganya meninggal dalam sebuah insiden kecelakaan.
Saat ini, penyelidikan kasus kekerasan seksual tersebut kini ditarik ke Polres Jember. Hal itu dilakukan agar penanganannya bisa lebih cepat dan terkoordinasi.
Bobby mengaku sudah menugaskan tim khusus dari Satreskrim untuk melakukan gelar perkara lebih intensif, bahkan dilakukan malam hari.
“Kita bedakan kasus ekstrem seperti ini. Kita lakukan gelar perkara malam supaya segera memberikan kejelasan dan kepastian kepada rekan-rekan sekalian. Komitmen kami satu, pelaku harus segera tertangkap,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bobby juga menyinggung pentingnya pencegahan kekerasan seksual secara menyeluruh. Menurutnya, polisi harus hadir di tengah masyarakat agar calon pelaku tidak memiliki ruang atau kesempatan untuk berbuat kejahatan.
“Yang lebih penting buat kami adalah bagaimana polisi hadir di tengah masyarakat, supaya para calon pelaku tindak kekerasan seksual tidak memiliki niat dan kesempatan. Itu perlu kerja sama dan edukasi bersama,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Jember, Nurul Hidayah, yang turut hadir dalam audiensi, menyampaikan, pihaknya bersama PMII dan Kopri datang untuk menegaskan tuntutan agar kepolisian segera menangkap pelaku dan memperbaiki sistem perlindungan korban di Jember.
“Kami ingin mempertegas tuntutan agar pelaku segera ditangkap dan penegakan hukum dilakukan setegak-tegaknya. Yang lebih penting lagi, sistem perlindungan perempuan dan anak di Jember harus dibenahi,” katanya.
Nurul menyoroti banyak Polsek di Jember belum memiliki unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), sehingga penanganan kasus serupa seringkali lambat. Kendati demikian, Nurul mengapresiasi l langkah Polres Jember yang sudah menarik kasus ini dan menanganinya langsung di Unit PPA Polres Jember. Nurul berharap langkah cepat polisi jangan sampai hanya muncul karena kasus ini ramai dikawal publik.
“Kami berharap, sistem ini berlaku untuk semua korban, bukan hanya yang punya jaringan atau akses pendampingan hukum. Siapa pun korban harus bisa dilayani cepat dan adil,” pungkasnya.