Kapal Pesiar Westerdam Berlabuh di Pelabuhan Probolinggo
Kapal pesiar kembali mengunjungi Kota Probolinggo di akhir tahun 2025 ini. Kali ini Kapal Pesiar Westerdam berbendera Belanda berlabuh di Pelabuhan Probolinggo, Kamis, 25 Desember 2025. Kapal pesiar itu memuat ribuan penumpang dari 50 negara.
Kapal pesiar itu lego jangkar di laut lepas. Karena kondisi kolam dermaga Pelabuhan Tanjung Tembaga yang dangkal. Ratusan penumpangnya naik sekoci hingga pelabuhan. Mereka kemudian melakukan wisata keliling (city tour) di Kota Probolinggo dan diakhiri dengan mengunjungi Gunung Bromo.
Ratusan wisman yang naik kapal pesiar itu kemudian disambut Walikota Probolinggo, dr. Aminuddin. Walikota didampingi Ketua Tim Penggerak PKK dr. Evariani Aminuddin dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Ratusan wisatawan disuguhi pertunjukan tari tradisional bertajuk Probolinggo Ning Ati yang diiringi musik khas Kelabang Songo Jagadsari.
Usai menikmati suguhan berbagai atraksi seni tradisi, para wisatawan melanjutkan kunjungannya berkeliling kota. Mereka mengikuti paket city tour, berkunjung dan menjelajahi beberapa destinasi wisata Kota Probolinggo, dengan naik becak.
Walikota Probolinggo dr. Aminuddin mengapresiasi kepercayaan wisatawan manca berkunjung ke Kota Probolinggo.
βWonderful. Kita semua menyambut hangat kedatangan para wisatawan mancanegara di Kota Probolinggo. Ini menjadi kebanggaan sekaligus kesempatan untuk terus memperkenalkan potensi wisata dan budaya kami,β ujar walikota.
Rute city tour yang disiapkan Pemkot Kota Probolinggo di antaranya, berkunjung Rumah Sentra Batik, untuk melihat proses pembuatan batik khas daerah. Kemudian, perjalanan dilanjutkan ke Museum Probolinggo.
Di museum, selain melihat benda bersejarah, wisatawan juga menikmati pertunjukan seni tradisi dan kuliner khas tradisional. Para wisman disuguhi tarian dan atraksi jaranan, Reog Ponorogo dan tari merak.
Usai dari Museum, perjalanan dilanjutkan menuju Gereja Merah, dengan iring-iringan becak, melintasi Alun-alun Kota Probolinggo sambil melihat Masjid Agung, serta singgah di Kelenteng Sumber Naga sebagai bagian dari wisata religi dan sejarah.
Sebelum bertolak ke pelabuhan, para wisatawan diajak ke pasar tradisional untuk berbelanja aneka produk lokal dan cendera mata khas Probolinggo. Sekaligus melihat kondisi pasar tradisional, yang tidak ada di negara asal wisman.
Advertisement