Kalender Tahunan Siswa SD Muhammadiyah Salatiga Piknik dengan Carter Pesawat Garuda
Siswa Sekolah Dasar (SD) piknik menggunakan moda transpotasi bus atau kereta api, sudah biasa. Tetapi siswa SD Muhammadiyah Plus Salatiga Jawa Tengah membuat cerita berbeda, mereka piknik dengan mencarter pesawat Garuda Indonesia. Kegiatan ini ternyata sudah menjadi kegiatan tahunan SD Muhammadiyah Plus Salatiga sejak 15 tahun lalu.
Piknik dengan mencarter satu pesawat ini menjadi viral di mediabsosial setelah videonya diunggah salah satunya di akun Instagram @surakartakita. Dalam videonya, akun itu menyebut rombongan anak sekolah itu merupakan murid SD Muhammadiyah Plus Salatiga.
"Keren!!! SD Muhammadiyah Plus Salatiga Carter Pesawat Garuda Untuk Kegiatan Fieldtrip Sekolah," tulis akun tersebut dalam videonya, dikutip Rabu 22 April 2026.
Terlihat dalam video tersebut satu unit pesawat tampak diisi penuh oleh rombongan anak sekolah bersama sejumlah orang dewasa dengan pakaian yang sama. Mereka melambaikan tangan sambil tersenyum kepada perekam video.
Kepala SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Dwi Wuryandari membenarkan bahwa video tersebut merupakan rombongan siswa dari sekolahnya. Mereka hendak bertandang ke Jakarta untuk melakukan field trip atau study tour.
"Kemarin kita berangkat Minggu 19 April 2026," kata Dwi Wuryandari, saat dikonfirmasi wartawan di Salatiga.
SD Muhammadiyah Plus Salatiga sudah rutin berangkat field trip ke Jakarta dengan pesawat Garuda Indonesia Airlines sejak 15 tahun lalu. Pesertanya adalah siswa kelas 5 yang didampingi sejumlah guru.
"Ini program rutin tahunan yang dilaksanakan sejak 2011 di siswa kelas 5. Keseluruhan kemarin rombongan kami sejumlah 183, 168 itu siswa dari enam rombel dan selebihnya adalah guru," ujar Wuryandari.
Wuryandari bercerita ide field trip naik pesawat terbang ini awalnya muncul karena pada waktu itu, siswa yang duduk di bangku kelas 5 mendapatkan materi soal moda transportasi.
"Karena waktu itu memang ada materi yang berkaitan dengan moda transportasi di kelas 5, tercetuslah ide itu, gimana kalau kita kenalkan saja langsung bagaimana prosedur-prosedurnya, kan ada yang jelas berbeda (prosedur naik pesawat dengan moda transportasi lain)," kata Wuryandari.
"Ketika masuk bandara harus bagaimana, ada pengecekan barang-barang harus dilepas, kemudian menunjukkan tiket, kemudian dicek-ceknya itu, jadi anak-anak itu merasakan betul pengalaman keberangkatan dari awal seperti apa, tidak hanya lewat buku atau menonton video," lanjutnya.
Tahun ini, mereka berangkat dari Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang dan Yogyakarta International Airport (YIA). Wuryandari menyebut satu pesawat dari Semarang disewa khusus untuk rombongan field trip.
"Jadi karena kapasitas pesawat tidak cukup untuk mewadahi satu rombongan 183 orang kan tidak cukup, maka kami bagi menjadi dua bandara, yang pertama di Ahmad Yani Semarang dan rombongan kedua di YIA," terang Ndari.
"Yang carter satu pesawat full yang dari Semarang, berangkat pukul 06.55 WIB, kalau yang dari Jogja juga sekitar pukul 06.00 WIB, lebih awal dari yang di Semarang," tambahnya.
Menurut Wuryandari, yang istimewa dari penerbangan field trip tahun ini adalah para siswa diperkenankan masuk ke dalam kokpit. Di dalam, mereka diperkenalkan dengan instrumen yang ada pada ruang kendali pesawat.
"Dari Garuda pun, karena memang sudah menjadi pelanggan setia setiap tahun dengan jumlah yang banyak, kemarin beberapa anak-anak kami, meskipun tidak semuanya, diberikan kesempatan untuk masuk di bagian pilot, melihat peralatan-peralatan yang ada di bagian pilot itu," kata Wuryandari .
Mereka kemudian tiba di Bandara Soekarno-Hatta dan melanjutkan perjalanan ke sejumlah tujuan di Jakarta naik bus. Dua tujuan utamanya adalah Gedung DPR-MPR RI serta Kantor PP Muhammadiyah.
"Kunjungan ke Gedung DPR-MPR RI berkaitan dengan materi kelas 5 tentang wawasan kebangsaan. Kami sekali lagi menunjukkan ini loh yang biasanya kalian baca, DPR, MPR tugasnya ini, kemudian gedungnya ini dan seterusnya. Anak-anak bisa melihat langsung bertemu dengan anggota dewan di sana," ucap Ndari.
"Anak-anak melihat tempatnya ketika sidang di mana, tempatnya ketika presiden itu dilantik di mana, duduknya para tamu-tamu kedubes itu di mana. Jadi harapan kita itu ketika anak-anak melihat tempat itu membuat mereka terinspirasi dan meningkatkan rasa cinta tanah air," imbuhnya.
Setelah dari dua tujuan tersebut, Ndari menjelaskan anak-anak juga diajak rekreasi ke Dufan serta Ocean Dream Samudera Ancol. Mereka juga menyempatkan datang ke Masjid Istiqlal untuk menunaikan ibadah.
Selama di Jakarta, mereka menginap di sebuah hotel daerah Menteng dengan kapasitas empat anak per kamar. Ndari mengatakan para siswa juga belajar tentang kemandirian selama berada di penginapan ini.
"Di situ ya anak-anak harus belajar mandiri, bagaimana mengatur waktu, kapan dia harus tidur, besok pagi-pagi banget juga harus bisa bangun sendiri. Alhamdulillah kemarin semua sudah bisa disiplin kumpul tepat waktu jam 06.00 WIB pagi semua sudah berkumpul," kata Wuryandari .
Ndari menuturkan mereka mengakhiri field trip di Jakarta pada Rabu 15 April sore. Empat gerbong kereta api eksekutif penuh diisi oleh rombongan ini.
"Pulangnya naik kereta api eksekutif. Kami menggunakan empat gerbong penuh dengan siswa kami, berangkat dari Gambir jam 16.45 WIB sampai di Semarang Tawang itu pukul 22.00 WIB," tutur Wuryandari.
Sebelum kembali ke Salatiga naik bus, mereka juga mampir ke Masjid Baiturrahman Kota Semarang untuk menunaikan salat. Para siswa kemudian tiba di Salatiga pada Kamis 16 April dinihari.
"Kegiatan field trip ini mengajarkan banyak sekali nilai seperti nilai religius, kemandirian, bertanggung jawab, hingga membangun karakter anak," ucap Wuryandari .
Ndari membeberkan biaya yang harus dikeluarkan untuk seluruh rangkaian field trip ini sekitar Rp 3 juta. Pihaknya sudah menyampaikan agenda ini sejak awal kepada orang tua calon siswa.
"Kalau berkaitan dengan biaya kurang lebihnya Rp 3 juta. Orang tua yang masuk ke SD itu sudah tahu, dari sebelum masuk menjadi keluarga di SD Muhammadiyah Plus, kami ada sosialisasi program," jelas Wuryandari.
"Program itu sudah kami sampaikan dari awal, bahwa nanti ananda ketika di kelas 5 akan ada program naik pesawat ke Jakarta, sehingga orang tua sudah bisa mempersiapkan sejak pertama kali masuk," lanjutnya.
Agar tidak memberatkan, Wuryandari menuturkan pihak sekolah sudah memberikan fasilitas menabung untuk field trip sejak kelas 1 SD. Nominalnya juga tidak mengikat dan bisa dilunasi seluruhnya menjelang keberangkatan.
"Dari sekolah itu ada program menabung khusus untuk persiapan fieldtrip. Program menabung itu tidak mengikat, kami berikan kebebasan kepada orang tua berapa pun nominalnya, dari sekolah siap memfasilitasi untuk menabung," ujar Wuryandari.
"Andai dari uang tabungan itu belum mencukupi, pasti orang tua akan menutup kekurangan itu. Andai tabungannya ada yang lebih pun, ya nanti akan kami kembalikan sebagai uang saku atau mungkin untuk membeli peralatan lain yang diperlukan," imbuh Ndari.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ( Mendikdasmen ) Abdul Mu'ti, tidak mempermasalahkann piknik dengan mencarter pesawat yang menjadi kalender tetap SD Muhammadiyah Plus Salatiga.
"Kegiatan ini sudah berjalan 15 tahun, untuk mengikuti program ini setiap siswa harus menabung sejak kelas satu SD. Pihak orang tua juga mendukung, tidak ada yang keberatan, karena di dalam program ini ada nilai nilai edukasi," ujar Menteri yang merangkap Sekjen PP Muhammadiyah, saat dihubungi Ngopibareng.id melalui pesan singkat Rabu 22 April 2026.
Advertisement