KA Argo Bromo Anggrek Berganti Nama Menjadi KA Anggrek, Pasca Kecelakaan di Bekasi dan Grobogan
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengumumkan layanan KA Argo Bromo Anggrek berganti nama menjadi KA Anggrek mulai 9 Mei 2026.
Informasi itu disampaikan KAI melalui unggahan resmi di Instagram resmi yang menyebut perubahan tersebut sebagai penyederhanaan identitas tanpa mengubah jadwal maupun kelas layanan bagi penumpang.
"Mulai tanggal 9 Mei 2026, KA Argo Bromo Anggrek hadir dengan identitas baru menjadi KA Anggrek," tulis KAI, dikutip Rabu 6 Mei 2026.
KAI menyebut pergantian nama ini mengusung tema 'Nama Baru, Semangat Baru'. Perseroan menyatakan perubahan dari Argo Bromo Anggrek menjadi KA Anggrek disebut sebagai bentuk penyederhanaan nama yang tetap mempertahankan jejak layanan lama yang telah melekat di masyarakat.
“Sebuah penyederhanaan dari nama Argo Bromo Anggrek bukan meninggalkan sejarah, tetapi memaangkan warisan yang sudah lama melekat dalam perjalanan masyarakat Indonesia,” sambung KAI dalam unggahan itu.
KAI memunculkan nama Anggrek dengan simbol keteguhan, adaptasi, dan ketenangan. Perusahaan yang menyebut identitas baru ini diharapkan membawa citra perjalanan yang tetap elegan namun lebih sederhana diingat oleh pelanggan.
Pergantian nama erat kaitannya dengan kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi yang mengakibatkan 17 Orang meninggal dunia, 83 orang luka berat dan ringan.
Sepekan kemudian kecelakaan antara Argo Bromo Anggrek dangan mobil pengantar calon haji di Grobogan Jawa Tengah. Enam orang meninggal dalam kecelakaan ini.