JLU Lamongan Lahan Baru Kejahatan, Sehari Dua Sopir Jadi Sasaran Begal
Jalan Lingkar Utara (JLU) Lamongan lahan baru pelaku kejahatan. Baru sebulan dioperasionalkan, sejumlah aksi tindak pidana bermunculan.
Terbaru, dua aksi begal terjadi dalam waktu kurang satu jam. Korbannya, sopir truk parkir di bahu jalan kawasan JLU Desa Sidorejo, Kecamatan Deket. Jumat 28 November 2025, menjelang subuh.
Kejadian pertama sekitar 03.30 WIB, menimpa Iwan Budianto, 42, sopir truk Mitsubishi, asal Rengel, Kabupaten Tuban. Ia perjalanan menuju Gresik.
Memasuki Lamongan kota ia harus melintasi JLU dan berniat istirahat dengan tidur sejenak. Tetapi, belum jenak ia tidur, tiba-tiba dihampiri dua lelaki tidak dikenal berkendaraan motor.
Dua lelaki dengan ciri seorang memakai helm dan satunya hanya berjaket itu langsung menghampirinya untuk meminta uang.
"Saya sempat menolak dan melawan, tetapi langsung dihantam kayu balik pada punggung dan kaki saya," tutur korban Iwan Budianto, saat dimintai keterangan polisi.
Akibat pukulan tersebut korban harus medapatkan perawatan medis di RS Muhammadiyah Lamongan.
Belum satu jam, ternyata ada lagi seorang sopir yang melaporkan kejadian serupa. Yakni, Syaiful Anam, 28 tahun, sopir dumptruck, asal Desa Undaan Kidul, Kecamatan Undaan, Kudus, Jawa Tengah.
Saat itu ia memarkir truk untuk beristirahat. Tetapi, sebelumnya ia turun hendak buang air kecil. Ternyata begitu kembali ada dua orang berkendaraan motor menghampirinya.
Sama, dua lelaki tidak dikenal yang diinformasikan berciri mirip pelaku kejadian pertama juga meminta uang. Korban kali ini pasrah. Ia tidak tak berkutik ketika uang tunai Rp4,5 juta yang ada dalam dasboard dirampas pelaku.
"Selain uang, pelaku juga menggondol hand phone masing-masing korban," kata Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Hamzaid.
Kasi Humas Ipda Hamzaid mengatakan dua kejadian tersebut kini sedang ditangani Satreskrim Polres Lamongan. Bahkan, petugas juga sudah meminta keterangan sejumlah kah saksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Praktik Pungli Berkedok Parkir di JLU
Kejadian lain di JLU yang berbau dugaan tindak pidana lainnya, adalah seringnya jalan sepanjang sekitar 7 kilometeritu dijadikan ajang balap motor liar. Diduga diwarnai taruhan jutaan rupiah.
Kejadian satu lagi, belum lama JLU Lamongan ini viral di media sosial terkait munculnya praktik pungutan liar terhadap kendaraan parkir di kawasan JLU.
Sopir truk yang parkir di bahu jalan ditarik parkir oleh dua lelaki tidak dikenal, setiap kali parkir ditarik Rp 5 ribu.
Adapun biar terlihat parkir res sopir truk diberi karcis parkir. Tetapi, tidak tertulis nama lembaga dan stempel.
"Parkir lingkar Lamongan kena parkir lur. Umpama ada ban serep atau aki hilang apa ya mau tanggungjawab ya. Katanya resmi tapi karcisnya kok begini, "keluh sopir truk dalam sebuah rekaman video.
Kepala Dinas Perhubungan Lamongan, Dianto , membenarkan ada praktik pungli di JLU oleh orang tidak dikenal tersebut.
"Kita sedang mendalami dan menelusuri kejadian tersebut. Setidaknya kejadian ini juga bisa kita jadikan panjatan untuk menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan," "tandasnya.