Jelang Penerbangan Perdana Jember–Denpasar, Okupansi Capai 50 Persen
Pemerintah Kabupaten Jember memastikan kesiapan penerbangan perdana rute Jember–Denpasar pada Jumat, 5 Desember 2025 mencapai tahap akhir. Bahkan okupansi tiket saat ini telah mencapai 50 persen.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Jember, Gatot Triyono, menyatakan, persiapan bandara secara umum sudah 90 persen. Tingginya persiapan tersebut karena Bandara Notohadinegoro telah melayani penerbangan Jember - Jakarta oleh Maskapai Fly Jaya.
“Untuk persiapan kita sudah 90 persen. Prasarana bandara sudah siap karena sudah dioperasikan Fly Jaya. Tidak ada yang perlu dibenahi lagi. Saat ini Lion masih mempersiapkan prasarana mereka sendiri di bandara,” ujarnya, Rabu, 03 Desember 2025.
Berbeda dengan Maskapai Fly Jaya Jember - Jakarta, penerbangan Jember - Bali oleh maskapai Wings Air langsung bersifat komersial tanpa uji coba.
Bahkan, Gatot mengungkapkan, perkembangan pemesanan tiket cukup positif menjelang hari keberangkatan perdana. Penumpang dari Bali kurang lebih baru 15 penumpang, tapi dari Jember sudah sekitar 35 orang atau 50 persen.
“Biasanya orang beli tiket H-1, jadi kami target minimal 50 persen untuk penerbangan perdana,” ungkapnya.
Lebih jauh Gatot mengatakan, masyarakat sudah dapat memesan tiket melalui berbagai platform daring. Pihak Lion Air juga menyiapkan fasilitas gerai tiket di bandara.
Mulai 22 Desember 2025 sampai 9 Januari 2026 ada promo, harga tiket mulai Rp460 ribuan. Meski begitu, Gatot mengingatkan harga tiket dapat berubah mendekati hari keberangkatan.
Gatot menambahkan, selain rute baru ke Denpasar, penerbangan Jember–Jakarta oleh Fly Jaya juga menunjukkan tren positif. Okupansi lebih dari 50 persen.
Tingginya minat masyarakat disebabkan kebutuhan mobilitas udara yang meningkat karena perjalanan darat memakan waktu sangat panjang.
“Kalau lewat darat bisa 12–16 jam. Lewat Surabaya juga butuh 6–7 jam. Dengan Fly Jaya, hanya sekitar 2 jam 20 menit sudah sampai Jakarta,” pungkasnya.