Jadi Tempat Pesta Miras Maut, Pemilik Kedai di Jember Angkat Bicara
Donia Gusprihatno, pemilik kedai di Jalan Bungur, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang yang menjadi lokasi pesta miras maut angkat bicara. Donia menegaskan, pihaknya tidak pernah menjual ataupun menyediakan minuman beralkohol di tempat usahanya.
Donia menyebut pengunjung yang terlihat mabuk di kedainya datang dalam kondisi sudah teler akibat mengonsumsi alkohol dari luar lokasi.
“Kalau mabuknya, dua anak-anak itu datangnya dari luar. Mabuknya di luar, bukan di sini,” katanya, Selasa, 30 Desember 2025.
Menurut Donia, kedainya hanya berfungsi sebagai tempat nongkrong dan makan sederhana. Ia menegaskan tidak ada fasilitas penjualan miras di tempat tersebut.
“Saya cuma ngasih fasilitas nyanyi dan jualan mie. Enggak ada jual minuman alkohol,” ujarnya.
Ia menyebut, jumlah pengunjung yang datang pada Sabtu, 27 Desember 2025, sekitar empat orang. Namun tidak semuanya ikut mengonsumsi alkohol.
“Yang datang kira-kira empat orang. Ada juga temannya, tetapi enggak ikut minum,” jelasnya.
Lebih lanjut, Donia mengaku tidak mengetahui apa saja minuman yang dikonsumsi para pengunjung tersebut hingga malam hari. Pasalnya, ia telah meninggalkan kedai lebih awal.
“Saya enggak ngerti mereka sampai malam minum apa, campurannya apa. Karena saya cuma dampingi sebentar,” katanya.
Donia mengatakan, dirinya pulang ke rumah sekitar pukul 16.00 WIB. Kedai masih tetap beroperasi dan dijaga oleh istrinya hingga malam. Saat istrinya meninggalkan lokasi, kondisi para pengunjung masih sadar.
“Saya pukul empat sudah pulang ke rumah belakang. Bukan tutup, tapi saya yang pulang. Istri saya sampai jam delapan atau jam sembilan malam,” ujarnya.
Sebelumnya, empat orang dinyatakan tewas usai mengonsumsi miras di Kedai yang berada di Jl Bungur, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang. Keempat korban tersebut berinisial M, P, AM, dan S. Diketahui korban berinisial P merupakan anggota TNI aktif. Sedangkan empat korban lainnya masih dirawat di rumah sakit.