Jabal Rahmah, Bukit Kasih Sayang di Tanah Suci: Mustajab Buat Doa Jodoh dan Simbol Cinta Adam & Hawa
Bagi umat Muslim yang tengah menjalani ibadah haji atau umrah, ziarah ke Jabal Rahmah seakan menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan spiritual. Bukit kecil yang terletak di Padang Arafah, sekitar 20 km dari Kota Mekah, Arab Saudi, ini dikenal sebagai "Bukit Kasih Sayang", tempat bersejarah pertemuan Nabi Adam dan Hawa setelah diturunkan dari surga.
Tempat Berdoa Minta Jodoh di Tanah Suci
Tidak sedikit jamaah—terutama yang masih lajang—mengunjungi Jabal Rahmah untuk memanjatkan doa minta jodoh. Bukit ini sudah populer sebagai lokasi mustajab bagi permohonan jodoh yang saleh atau salehah. Bahkan, banyak jemaah yang membawa “titipan doa” dari saudara dan kerabat yang belum sempat berhaji, khusus untuk urusan perjodohan.
“Ada kepercayaan, siapa yang berdoa meminta jodoh di Jabal Rahmah, insyaAllah akan segera dipertemukan dengan pasangan hidup sepulang dari Tanah Suci,” ungkap seorang jemaah.
Jabal Rahmah Ditutup Sementara Menjelang Wukuf 2025
Kabar terbaru, akses menuju Jabal Rahmah ditutup sementara menjelang pelaksanaan wukuf di Arafah yang jatuh pada 9 Zulhijah 1446 H atau 6 Juni 2025. Hal ini disampaikan oleh Ketua PPIH Arab Saudi, Muchlis M. Hanafi, dalam pesan singkat pada Sabtu, 24 Mei 2025.
"Penutupan dilakukan untuk mendukung persiapan wukuf. Bukit akan kembali dibuka saat hari wukuf tiba," jelas Muchlis.
Para jamaah peserta city tour haji hanya bisa menyaksikan bukit ini dari kejauhan. Beberapa mengaku baru mengetahui penutupan saat tiba di lokasi.
Saat Wukuf: Lautan Jamaah Memenuhi Jabal Rahmah
Pada hari wukuf di Arafah, Jabal Rahmah dipadati oleh jamaah haji yang mengenakan pakaian ihram putih. Mereka berdoa dengan penuh kekhusyukan, meyakini bahwa tempat ini termasuk lokasi mustajab untuk berdoa.
Sebagian jamaah lainnya datang untuk mengabadikan kenangan, berfoto selfie atau minta difotokan di depan tugu putih di puncak bukit setinggi 70 meter tersebut.
Sejarah Jabal Rahmah: Dari Adam dan Hawa Hingga Rasulullah
Jabal Rahmah memiliki makna historis yang dalam:
Tempat pertemuan Adam dan Hawa setelah diturunkan dari surga.
Lokasi ujian cinta Nabi Ibrahim untuk mengorbankan Ismail, anak yang sangat dirindukannya.
Tempat turunnya wahyu terakhir kepada Nabi Muhammad SAW, yakni Surat Al-Maidah ayat 3 yang menyatakan kesempurnaan agama Islam.
Jabal Rahmah menjadi simbol cinta, keteguhan iman, dan akhir dari misi kenabian Rasulullah. Di sinilah Islam dituntaskan sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Tugu Putih di Puncak Bukit: Simbol Harapan dan Coretan Cinta
Di puncak Jabal Rahmah terdapat tugu putih setinggi 8 meter dengan lebar 1,8 meter. Area sekitarnya dipenuhi jamaah yang duduk dan berdoa. Namun sayangnya, bagian bawah tugu dipenuhi coretan tulisan Arab dan Latin, termasuk nama-nama khas Indonesia dan simbol hati.
Para askar berjaga untuk mencegah pencoretan, meski banyak jamaah tetap menuliskan harapan cintanya di batu-batu sekitar bukit.
Romantis tapi Miris: Kebersihan Kurang Terjaga
Meski sarat makna spiritual dan sejarah, Jabal Rahmah belum sepenuhnya bebas dari masalah kebersihan. Botol minuman plastik dan sampah lainnya banyak ditemukan berserakan. Padahal, petugas kebersihan terlihat berjaga di sekitar area jalan masuk menuju bukit.
“Saya mengabadikan momen langka bisa menapakkan kaki di Jabal Rahmah. Tapi sayang, sampah cukup mengganggu pemandangan,” kata seorang jemaah.
Tips Berkunjung ke Jabal Rahmah Saat Haji dan Umrah
Untuk Anda yang merencanakan ziarah religi ke Jabal Rahmah, berikut beberapa tips:
Datanglah di luar jadwal wukuf untuk menghindari penutupan akses.
Gunakan alas kaki yang nyaman karena jalurnya cukup menanjak.
Hindari mencoret-coret tugu atau batu di sekitar lokasi.
Bawa kantong sampah pribadi untuk menjaga kebersihan.
Luangkan waktu untuk berdoa dengan khusyuk, bukan hanya berfoto.
Kesimpulan: Jabal Rahmah, Tempat Bertemunya Cinta, Iman, dan Doa
Sebagai destinasi spiritual saat haji dan umrah, Jabal Rahmah bukan sekadar objek wisata religi, tetapi juga penanda sejarah Islam dan tempat mustajab untuk memohon kepada Allah SWT, terutama dalam urusan jodoh dan kehidupan rumah tangga.
Meski untuk sementara ditutup karena persiapan wukuf, bukit ini tetap menjadi salah satu ikon ziarah favorit di Mekah yang penuh makna dan harapan.