Ilona Liora, Desainer Remaja Berbakat dari Surabaya, Berawal dari Hobi Melukis
Hobi melukis yang mengalir pada diri Ilona Liora sejak kecil, memotivasi seorang mahasiswi Universitas Negeri Surabaya (Unesa ) ini untuk menggapai mimpi dan cita-citanya menjadi seorang desainer fashion.
Ketertarikannya pada fashion show dan melihat peragawati melenggak lenggok di atas catwalk untuk memamerkan model busana karya para desainer, memotivasi remaja kelahiran Surabaya pada Februari 2007 ini.
Jalan setapak menuju cita-citanya itu diawali sejak Liona, panggilannya, belajar di SMK Negeri 12 Surabaya jurusan tekstil dan lulus angkatan tahun 2025, dengan nilai sangat memuaskan.
Diejek Mengambil Jurusan Tidak Populer
Memang ada yang sempat mengejek ketika dia mengambil jurusan tata busana yang dinilai tidak populer. Mengapa tidak memilih jurusan lain yang lebih keren. Kalau jurusan tekstil atau tata busana, paling-paling kalau lulus jadi penjahit atau tukang obras. Liona tidak sakit hati maupun patah semangat dengan ejekan itu. Pengagum desainer kondang Ivan Ganawan ini menilai teman yang nyinyir itu karena belum memahami lebih dalam tentang tata busana.
"Tata bBusana memang erat kaitannya dengan urusan jahit menjahit, tapi tidak berhenti sampai di situ," ujar Liona yang sekarang juga menekuni fotografi.
Desainer dalam pandangan Liona adalah orang yang pekerjaannya merancang sesuatu. Sebagai contoh, orang yang bekerja untuk merancang model busana atau pakaian disebut dengan desainer fashion.
Profesi yang Membutuhkan Kreativitas
Desainer adalah profesi yang membutuhkan kreativitas. Seorang desainer biasanya memiliki keterampilan menggambar. Sebab, hasil karya desain biasanya dihadirkan dalam bentuk gambar.
“Desainer adalah kata yang memiliki relasi sinonim dengan kata perancang. Dengan kata lain, desainer adalah orang yang pekerjaannya merancang sesuatu,” katanya.
Dari serangkaian penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa desainer adalah seseorang yang merencanakan bentuk serta tampilan akan sesuatu atau merancang sesuatu. Selama menjadi siswi SMK, seluruh waktunya dihabiskan untuk mempelajari cara merancang busana, membatik, karakter kain warna dan motif agar pas dengan pemakainya, tidak norak.
Fokus Mempelajari Batik Tulis
Ilmu lain yang dipelajarinya adalah membatik. "Karya saya banyak yang bernuansa batik tulis. Sebagai desainer muda saya berkewajiban melestarikan batik peninggalan budaya asli Indonesia yang diakui badan dunia Unesco," kata desainer muda yang berdomisili di Jalan Kalibor II Surabaya ini.
Anak sulung dari dua bersaudara sudah tak ingat lagi jumlah busana yang dirancangnya. Ada beberapa karyanya yang dijadikan koleksi sekolah.
"Saya senang banget karya saya dihargai di sekolah tempat saya belajar" katanya.
Ia menyukai batik dengan karakter warna yang mencolok, merah, hijau seperti batik Madura. Dengan kepiawaian membatik, Liona beberapa kali mengikuti pameran dan lomba batik tulis mewakili sekolah.
“Hasile lumayan gak ngisin-ngisini," kata Liona dengan logat Surabaya yang medok.
"Waktu pameran memperingati Hari Batik Nasional di Balai Pemuda Surabaya, ada pengunjung yang berminat karya saya dengan harga tinggi, saya senang karena karya saya mendapat pengakuan," ujar Liona dengan senyum manisnya.
Masuk Unesa Lewat Jalur Prestasi
Di tengah kesibukannya melayani order dari teman-temannya, Liona saat ini sedang sibuk mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Ia masuk Unesa melalui jalur undangan karena prestasinya selama di SMK Negeri 12 cukup mengagumkan. Liona Memilih Unesa karena ingin menjadi guru desainer. Karena itu ia mengambil program studi (prodi) Tata Busana.
Unesa dikatakan fokus pada pendidikan, seni, olahraga, dan ilmu pengetahuan. Unesa berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang tangguh dan berkarakter, serta berkontribusi pada pembangunan bangsa melalui berbagai program studi, penelitian, dan kegiatan inovatif di berbagai bidang. Terus meningkatkan kualitasnya untuk bersaing secara nasional dan internasional.
"Saya sudah pernah merasa jadi guru ekstra kurikuler batik tulis di beberapa sekolah dasar, menyenangkan bisa berbagi ilmu pada orang lain," ujar Liona.
Di akhir wawancara dengan Ngopibareng.id, Liona mengajak para generasi muda melestarikan kebaya, salah satu busana warisan budaya bangsa yang tetap anggun bagi pemakainya.
"Kalau bukan kita sendiri yang melestarikan, berharap pada siapa lagi," ujar Ilona Liora menggugah.